Kemarin pagi (16/5), Mas Agus telfon. "Han, kamu ke KPU sekarang yah. Udah ada jadwal kedatangan pendaftaran capres-cawapres nih, jam 09.00, jam 13.00 dan terakhir jam 15.00 WIB," ujar Mas Agus, sang Deputi Team Leader Media Center KPU. Niat saya untuk datang siang karena dapat shift malam ternyata batal, karena jadwal pasti kedatangan bakal calon presiden dan wakil presiden sudah kita dapatkan. Mendengar kabar tersebut saya langsung bergegas mandi karena jam ternyata menunjukkan pukul 08.23 Wib. "Gawat, bisa telat nih," gumam saya sambil langsung mengambil handuk.

Kemarin saya memang terlihat begitu antusias, karena jobdesk hari itu adalah liputan foto untuk pendaftaran capres-cawapres di KPU yang memang dijadwalnya,Sabtu 16/05/09 merupakan hari terakhir pendaftaran capres dan cawapres RI untuk Pemilu Presiden 8 Juli nanti. Sudah tentu  tiga pasang calon yang telah diberitakan di media akan mendaftar hari itu di KPU. Tepat pukul setengah sepuluh, saya tiba di KPU. Dan ternyata rombongan JK-Wiranto, yang dijadwalkan mendaftar pertama belum muncul. Good for me.

Di depan gerbang, telah berkumpul puluhan pewarta foto baik media cetak maupun online untuk mendapatkan gambar prosesi pendaftaran capres dan cawapres kali ini. Tidak ketinggalan sejumlah media televisi ikut dalam rombongan. Dan ternyata, jumlah ini belum semua, karena puluhan wartawan lainnya sudah berkumpul di ruang pendaftaran untuk mendapatkan berita. Sampai pukul sebelas kurang pasangan JK-Win belum kelihatan batang hidungnya. Isu yang beredar adalah, mereka akan datang dengan berjalan kaki dari kediaman Jusuf Kalla, dari jalan Teuku Umar (kalau tidak salah). wow, tampaknya akan ada seremoni menarik nih. pikir saya. Benar saja, tidak lama kemudian, berita simpang siur itu terjawab ketika kerumunan wartawan yang sudah berkumpul itu mendengar kabar bahwa rombongan JK-Win sudah berangkat dari Teuku Umar. dan para juru foto pun bersiap mencari posisi guna mendapat angle terbaik.

Sambil bingung nyari pos buat dapat gambar bagus, saya malah heran tak habis pikir melihat tingkah pewarta foto ini, masing-masing udah nyari tempat 'terbaik' menurut mereka. ada yang berkumpul di depan pagar, ada yang lebih sigap maju ke persimpangan jalan, sambil naik ke atas marka rambu lalu lintas, sampai ada yang rela naik ke atas pohon! Great. dan saya masih bingung. hehe. akhirnya saya malah naik ke atas dua pijakan yang entah namanya apa ini, hanya untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi setengah meter ini. Dan dari kejauhan sudah mulai terlihat ratusan orang rombongan dengan pawai tanjidor mengiringi pasangan ini. Combo, makin susah aja nih dapet gambar. Rombongan mendekat dan mulailah para juru foto ini mengambil gambar, cpret, cpret, kilatan lampu flash datang bertubi-tubi menghujam wajah ke dua orang ini. Kedatangan mereka memang sudah dinanti. dari kerumunan terdengar suara teriakan lantang dan saling sahut-sahutan, "Lebih Cepat..Lebih Baik!!, Lebih Cepat..Lebih Baik!!". teriakan itu sekali lagi disambut dengan kilatan flash kamera puluhan wartawan yang ada di sana. Yap Mereka memang menunjukan lebih cepat datang dari yang lain, tapi apakah lebih baik? well, let see..

Mega-Prabowo, Jam 13.00 Wib Pasangan yang satu ini akhirnya resmi juga diumumkan malam sebelumnya. Hampir berbarengan dengan deklarasi SBY-Boediono. Kalau JK-Win datang dengan diiringi tanjidor, Mega-Prabowo datang dengan ditemani Reog Ponorogo. well it seems like..i dont know, creepy maybe,haha. Kali ini saya nggak ngambil gambar dari depan gerbang, karena ternyata protokoler KPU maupun pengamanan tidak mengizinkan wartawan untuk masuk ke ruang pendaftaran jika masih ada di luar ruangan ketika pasangan capres-cawapres ini sudah di dalam ruangan. Jadilah saya mulai mengambil gambar dari luar balkon lantai 2 agar bisa mudah masuk ke dalam ruangan yang juga berada di lantai 2 ketika mereka tiba. Di dalam, ternyata suasana cukup tegang. Entah karena Mega-Prabowo datang dengan begitu banyak ajudan dan massa yang mengiringi, juga tim sukses yang terlihat gahar dengan baju paduan warna merah khas PDIP dan putih khas Gerindra. Hal itu pun sempat menjadi gurauan Sekjen PDIP Pramono Anung kepada Ketua KPU beserta anggota KPU lainnya, yang dilontarkan ketika menyampaikan sambutan perwakilan parpol pengusung calon presiden,"Kok, Suasana disini tampak tegang yah, Pak Hafiz (ketua KPU) yang biasanya suka bercanda terlihat begitu serius tadi ketika menyambut kami. Apa karena Bu Mega dan Pak Prabowo yang datang?" sontak seruangan tertawa, begitupun Pak Hafiz tanpa terkecuali, dan tampak lebih santai setelah itu. Prosesi pendaftaran memang dirancang dengan suasana formal, dan sangat protokoler. Sehingga suasana tampak hikmat. Prosesi diawali dengan sambutan kedatangan oleh Ketua KPU dengan membacakan syarat dan ketentuan pendaftaran kepada calon. Kemudian disambung dengan pengantar oleh perwakilan utusan capres dan cawapres. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan formulir pendaftaran kepada anggota KPU. Setelah itu barulah pidato singkat dari pasangan capres dan cawapres. Dalam pidatonya, Megawati dan Prabowo sempat mengkritik KPU mengenai kinerja mereka ketika menyampaikan pidato singkatnya. Mereka berharap pemilu presiden mendatang dapat berlangsung lebih baik daripada pemilu legislatif lalu.

SBY-Boediono, Jam 15.00 Wib Nah, tibalah saatnya pasangan terakhir dari parpol pemenang pemilu legislatif lalu, Partai Demokrat, yang juga diusung oleh 23 parpol pendukung lainnya. Datang dengan kawalan Paspamres, SBY dan Boediono berangkat dari Cikeas dan tiba di KPU sekitar pukul 3 sore. Sosok yang dinanti oleh banyak wartawan kali ini bukanlah SBY, tapi pasangannya, Boediono, yang banyak menjadi kontroversi belakangan. Setelah deklarasi serba megah ala Obama (begitulah orang kantor saya banyak membicarakan) di Sabuga Bandung semalam, mungkin masih banyak wartawan yang masih penasaran dengan sosok Boediono ini. Apapun alasannya, buat saya speech singkat Boediono dalam deklarasi SBY Berbudi tadi malam, cukup menyihir orang yang menyaksikan, ya..paling tidak saya. Karena, dibanding pidato SBY sebelumnya yang menggunakan text, pidato Boediono jauh lebih bagus dari SBY sendiri, ditambah ia tidak menggunakan text yang diberikan oleh tim sukses SBY. Hm..mesti cari tau tentang doi lebih banyak lagi nih. Karena saya nggak mau termakan isu-isu di media begitu aja, terutama dengan paham ekonomi neoliberal yang banyak diangkat publik ketika namanya mencuat menjadi kandidat cawapres SBY. Tapi sayang sekali, kali ini hanya SBY yang menyampaikan pidatonya. Boediono tampak menolak dengan senyum ketika SBY mempersilahkan Boediono untuk menyampaikan pidatonya kepada wartawan.

Pendaftaran ditutup hari ini. Terbukti, hanya 3 pasangan capres dan cawapres yang akan menghiasi kertas suara pada pemilu presiden nanti. Itupun setelah mereka lolos syarat administrasi yang telah ditetapkan KPU. Salah satunya adalah tes kesehatan. JK-Wiranto dan Mega-Prabowo dijadwalkan menjalani tes kesehatan hari ini di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Sedangkan SBY-Boediono akan datang Senin (18/5). Semoga mereka sehat-sehat saja. Bukan hanya dari fisik tapi juga cukup 'sehat' jiwanya untuk memimpin bangsa dan negara.

Jusuf Kalla-Wiranto

Megawati-Prabowo

SBY-Boediono

Comment