SBY-Mega bersalaman setelah lima tahun terakhir tidak berjumpa? ah, memang media pintar sekali membuat berita. Tapi terbukti sih, sebagian besar juru foto maupun media TV memang mengincar momen langka ini, yang notabene mereka ciptakan sendiri. Ah, saya pun nggak mau ketinggalan, kamera dengan bantuan lensa zoom sudah siap di tangan.

Hari ini ketiga pasang calon presiden dan wakil presiden memang dipaksa bertatap muka langsung oleh KPU untuk pertama kalinya semenjak mereka dipastikan menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden kemarin, (29/5). Dalam acara ini, mekanisme pengundian memang dilakukan secara terbuka dengan masing-masing pasangan mengambil nomor undian yang telah disiapkan KPU. Dan diwajibkan bagi ketiga pasangan untuk menghadiri sendiri pengundian ini. Dan yang tampak adalah, gathering day aktor dan aktris politik pemerintahan negeri ini. Karena tidak hanya dari pasangan capres-cawapres sendiri, sampai tim sukses capres-cawapres datang untuk mengikuti pleno terbuka ini. Mereka notabene adalah aktor/aktris politik negeri ini, mulai dari Anas Urbaningrum, Tifatul Sembiring, Suryadharma Ali, Hatta Rajasa, Meutia Hatta, Guruh Soekarnoputra, Burhanuddin Napitupulu, sampai Ruhut Sitompul. Semuanya tampak cair dan mesra, tidak ada aroma kompetisi di dalamnya. yah, kayak reuni sekolahan saya. is it Fake? cuma mereka dan Tuhan mereka yang tahu.

Tidak seperti biasanya, SBY-Boediono datang dan masuk ke ruangan lebih dahulu. Seperti sudah sadar kamera, mereka tampak tersenyum dengan anggunnya kepada para juru foto. Tidak lama kemudian pasangan JK-Wiranto datang, dengan tangkasnya pasangan ini tanpa ragu mendatangi pasangan SBY-Boediono. Keempatnya tampak akrab dan tidak sungkan melayani wartawan mendapatkan gambar.

Setelah beramah tamah sebentar, mereka kembali ke tempat duduk yang telah disediakan. Agak lama menunggu pasangan Megawati-Prabowo masuk ke ruangan. Suasana hangat yang tadi muncul pun kembali dingin dan hening ketika menunggu pasangan ini datang. "Ibu..ibu.." sontak para wartawan melongok ke arah pintu masuk yang ternyata masih kosong. Wartawan mulai usil, aksi memanggil tadi (agar objek menghadap ke kamera) memang sering dilakukan ketika fotografer ingin mendapatkan momen foto. "aaahh..sompret lu," teriak wartawan lain yang kecele.

Dan akhirnya objek foto yang ingin diburu wartawan pun datang, Megawati-Prabowo masuk ke ruangan. Prabowo menghampiri Jusuf Kalla, diikuti dengan saling hormat antara Wiranto dengan Prabowo. Tampak Prabowo masih menghormati mantan atasannya ketika di Militer dulu. Jusuf Kalla juga menghampiri Megawati, diikuti jabatan tangan Wiranto dan Megawati. SBY, tanpa sungkan menghampiri Megawati-Prabowo. SBY dihampiri terlebih dahulu oleh Prabowo, sekali lagi Prabowo tampak memberi hormat kepada SBY.

Pak Wiranto...blocking please..
Momen yang ditunggu pun akan datang, SBY kembali menghampiri Megawati, menunggu sebentar Megawati selesai bersalaman dengan Boediono, dan..yak, mereka pun bersalaman. Argh..cepat sekali, hanya beberapa detik, dua detik mungkin. Tidak begitu hangat. terkesan formalitas. Beruntunglah wartawan yang mendapatkannya, karena saya kali ini kurang beruntung. Beberapa fotografer juga tampak kecewa, karena area pandang mereka terhalang beberapa orang. Momen itu pun lewat begitu saja.
Kira-kira jam 9.30 acara dimulai, dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, diiringi oleh the maestro, violist Idris Sardi.Syahdu sekali. Dilanjutkan dengan pembacaan doa dipimpin oleh ustadz Yusuf Mansyur. Beliau mampu memimpin doa dengan sangat khidmat sekali. Lihat saja Prabowo.

Setelah pidato pembuka oleh ketua KPU, Abdul Hafiz Anshary, acara pengundian pun dilakukan. Ketua KPU mempersilahkan masing-masing pasangan untuk maju mengambil kotak undian tertutup yang nantinya dibuka bersama-sama oleh masing-masing pasangan. Entahlah, mereka deg-degan gak yah? yang pasti tim suksesnya sudah ribut sendiri di belakang. "Allahu Akbar!!Allahu Akbar" Tampak suara lantang dari arah kubu JK-Wiranto. Dan serentak dengan komando Pak Ketua, ketiga pasangan pun membuka kotak yang mereka ambil, hasilnya berturut-turut adalah; nomor urut 1 didapatkan pasangan Megawati-Prabowo, nomor 2 SBY-Boediono, dan JK-Wiranto mendapatkan nomor urut 3. Riuh, tiba-tiba suasana di ruang itu. Tepuk tangan, dan sahut-sahutan tiba-tiba menyeruak di ruangan itu. Masing-masing tim sukses merayakan dengan gayanya masing-masing. Rata-rata saling berpelukan. Tim sukses SBY-Boediono tampak mengacungkan dua jari membentuk tanda V (Victory) atau bisa hanya lambang 2, sebuah aksi spontan dari mereka. Tim sukses JK-Wiranto tanpa diduga sudah menyiapkan selebrasinya sendiri, keluarlah poster kampanye mereka dengan cantuman no.3 di dalamnya. Tampaknya mereka telah mempersiapkan poster dalam 3 versi sebelum diumumkan. Atau, mereka sudah dibisiki Ki Joko Bodo sebelumnya? karena dengar-dengar Ki Joko Bodo sudah meramalkan dengan tepat hasil pengundian tersebut pagi hari tadi. apapun itu, aksi mereka bikin suasana tampak meriah. "Lebih cepat lebih baik!!"sorak sorai pendukung di belakangnya. Prabowo justru tampak kaget dan kagum dengan persiapan selebrasi yang dilakukan tim sukses JK-Wiranto. "Hmm..sial, mereka bergerak cepat nih," gumam dia mungkin.

Pertarungan pun segera dimulai, tepatnya, masa kampanye akan dimulai dari tanggal 2 Juni sampai dengan 4 Juli. Dan perang citra pun dimulai kembali.

(30/5)

1 Comment