Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keindahan alam yang tiada duanya. Keindahan alam negeri kita ini mampu menarik jutaan penduduk dunia untuk berkunjung kesini tiap tahunnya. Bali, Raja Ampat, Bunaken, Wakatobi, Jaya Wijaya, Jogjakarta, Krakatau,  telah lama dikenal dengan pesona alamnya yang sungguh indah. Dan masih banyak pilihan tempat tujuan wisata berkelas dunia lainnya di negeri ini.

Tapi ada satu lagi tempat yang berusaha mencuri kembali perhatian dunia. Terletak di kepulauan Indonesia bagian tengah, sebuah kawasan yang pernah mengejutkan dunia dengan penemuan 'monster naga' di kawasan ini. Sebuah gugusan pulau yang juga merupakan Taman Nasional yang diakui oleh dunia sebagai satu-satunya tujuan eco-wisata terunik. Taman Nasional yang mulai mencuri perhatian dunia lewat usahanya untuk mendapatkan pengakuan sebagai New 7Wonders of Nature. Yak, Anda benar. Tempat itu adalah Taman Nasional Komodo.

komodo- rieska wulandari sumber foto detikcomfoto: Rieska Wulandari/foto.detik.com

Taman Nasional Komodo merupakan kawasan kepulauan dengan Pulau Komodo sebagai salah satu kawasaan utamanya. Bersama Pulau Padar dan Pulau Rinca, Pulau Komodo merupakan habitat alami hewan komodo. Hewan dengan nama latin Varanus Komodoensis ini merupakan spesies kadal langka terbesar di dunia yang panjangnya berkisar antar 2 - 3 meter. Komodo terbesar yang pernah ditemukan panjangnya mencapai 3,13 meter dan beratnya mencapai 165 Kg. Hewan karnivora ini mampu memangsa rusa bahkan kerbau sekalipun. Komodo mampu berlari cepat, meski memiliki tubuh yang besar. Kecepatannya itu digunakan untuk mengejar mangsanya. Indera penciumannya sangat bagus, nggak heran ia bisa mencium bau bangkai daging hingga sejauh 9,5 kilometer. Komodo merupakan salah satu spesies yang hampir punah di dunia. Oleh karena itulah pemerintah Indonesia sejak tanggal 6 Maret 1980, oleh Presiden Soeharto waktu itu menetapkan kawasan ini sebagai Taman Nasional Komodo. Enam tahun kemudian UNESCO juga menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai World Heritage Site. Dan baru-baru ini dinominasikan oleh New7Wonders Foundation sebagai New 7Wonders of Nature.

Sejarah 'Monster Naga' Ketika duduk di bangku SD dulu, seringkali saya dengar cerita dari guru sekolah  mengenai Pulau Komodo. Namanya yang aneh (nama binatang) membuat saya mudah  mengingat pulau ini. Pertanyaan lugu waktu itu adalah, "Kenapa yah dinamain kayak nama hewan? Apa karena bentuknya kayak komodo? Atau karena isinya komodo aja?". Yah, namanya juga anak SD, maklumlah salah-salah sedikit. Tapi nggak asal tebak juga kan, meski bentuk pulaunya tidak menyerupai komodo, tebakan lainnya, ternyata tidak sepenuhnya salah. Faktanya, memang dulu sejarah pemakaian nama komodo sebagai nama pulau adalah karena memang pada awalnya, ditemukan habitat asli hewan komodo di pulau ini.  Meski tidak hanya hewan komodo yang tinggal di sana.  Manusia pun juga ada disana.

Diceritakan waktu itu dan ditambah kutipan dari beberapa sumber, pada masa pemerintahan Hindia Belanda, banyak orang yang bercerita mengenai adanya monster menyerupai naga (waktu itu belum teridentifikasi sebagai komodo) di kepulauan Indonesia tengah. Ukurannya yang besar membuat orang-orang yang pernah melihat hewan tersebut menyebutnya sebagai monster naga. Letnan Steyn Van Hensbroek (1910) yang penasaran dengan cerita tersebut, mencoba mencari kebenaran cerita (haha..kurang kerjaan kali nih ya si kumpeni). Dengan membawa pasukannya, Ia melakukan ekpedisi dan berhasil menemukan hewan raksasa menyerupai naga di sebuah kepulauan sisi selatan provinsi Nusa Tenggara Timur.  Ia berhasil membunuh satu dari kawanan spesies aneh tersebut. Spesies tersebut kemudian dibawa ke Zoologizal Museum and Botanical Garden Bogor. Adalah Peter A Ouwens, Direktur Zoological Museum and Botanical Gardens Bogor yang pertama kali mendokumentasikan foto reptil raksasa ini, yang kemudian menariknya pada penelitian-penelitian lebih lanjut mengenai hewan ini, yang pada akhirnya membawanya pada suatu kesimpulan bahwa hewan ini merupakan sejenis reptil kadal raksasa, yang dinamakan Varanus Komodoensis. Hasil penelitiannya tersebut lalu dipublikasikan pada koran-koran terbitan tahun 1912 di Eropa. Berbarengan dengan penemuan tersebut, kemudian pulau itu dinamakan sebagai Pulau Komodo.

Sampai sekarang, hewan yang oleh penduduk lokal disebut 'Ora' ini hidup bebas di pulau ini. 'Ora' yang artinya Putri Naga telah menjadi hewan yang disakralkan oleh penduduk lokal pulau ini. Meskipun jumlahnya sudah banyak berkurang, komodo masih tetap menjadi daya tarik utama Taman Nasional ini. Dengan luas sebesar 173,300 Hektar (40,728 hektar daratan dan 132,572 hektar merupakan lautan), komodo juga hidup bersama dengan ragam fauna lainnya yang juga nggak kalah menarik, seperti rusa timor, kerbau liar, kera ekor panjang, dan berbagai satwa burung hidup bebas di pulau ini.

Apa hanya hewan komodo saja keunggulan Taman Nasional ini? Belum, kita tidak berhenti sampai disitu saja. Keindahan kawasan ini melebihi bayangan Anda semuanya. Di daratan, kebudayaan penduduk lokal yang masih steril dari kehidupan kota yang riuh dan terkesan masih primitif menjadi keunikan tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke pulau ini.  Penduduk asli di sana bahkan tidak mengetahui jika komodo merupakan hewan langka  di dunia dan hanya hidup alami di pulau itu, yang mereka tahu hanya komodo merupakan hewan yang mereka sakralkan. Penduduk lokal juga tidak sungkan menunjukkan keramahan mereka terhadap para pendatang, hal ini membuat turis semakin menikmati perjalanan wisata mereka dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis.

Jika Anda ke Bali, tujuan Anda tentu ingin menikmati keindahan pantainya. Namun, kondisi Bali yang semakin ramai justru membuat wisatawan tidak nyaman menikmati pantai-pantai di sana.  Mereka mulai meninggalkan Bali dan mencari daerah yang belum terjamah dan masih alami. Di Taman Nasional Komodo, kita bisa menjumpai banyak pantai yang masuk kategori tersebut, lebih bagus dan indahnya bukan main. Contoh saja Pantai Merah, pantai yang lebih dikenal dengan sebutan Pink Beach ini terkenal dengan pasirnya yang saking bersihnya, bukan lagi berwarna putih, tapi cenderung kemerahan. Indah sekali.

NG Sebastian panoramioPantai Merah (Pink Beach) /foto: NG Sebastian (www.panoramio.com)

sumber: www.panoramio.com

Pantai Merah (Pink Beach) /foto: www.panoramio.com

Pinkbeach06Pantai Merah (Pink Beach)/foto:www.balistarisland.com

Dan yang juga penting banget nih, keindahan bawah laut Taman Nasional Komodo juga telah diakui oleh para wisatawan asing sebagai salah satu kawasan favorit untuk diving maupun snorkeling, karena keragaman dan keindahan biota lautnya. Bahkan World Tourism Organization, seperti dituturkan Bondan Winarno, dalam salah satu artikel pada rubrik jalansutra-nya pada Kompas Cybermedia menyatakan bahwa kondisi laut dan pesisir flores, dimana Taman Nasional Komodo berada memiliki rating indeks  31 dari 35 angka maksimal untuk keindahan bawah lautnya. "Jadi, kalau Anda pernah ke Pulau Maldives (yang hanya mencapai 28), Karibia (25), Tahiti (21), dan belum pernah ke Flores, berarti ada kesalahan dalam prioritas yang Anda lakukan," tutur Bondan Winarno dalam artikel tersebut.

vtclownfishclownfish/foto:www.divekomodo.com

komodoreef

Rinca Reef/ www.divekomodo.com

Ada banyak cara untuk sampai ke Taman Nasional Komodo. Jalur termudah mungkin masih lewat udara dengan naik pesawat, pintu masuk utama ke Taman Nasional ini yaitu melalui kota Labuan Bajo. Labuan Bajo terletak di Pulau Flores, NTT. Dengan rute termudah melalui penerbangan Denpasar - Labuan Bajo.

Sedangkan jalur darat (barat) dapat ditempuh melalui rute Denpasar-Mataram-Bima-Labuan Bajo. Sedangkan jika melakukan perjalanan darat dari arah timur bisa melalui rute Ende-Bajawa-Rutang-Labuan Bajo dengan menggunakan bus. Dari Labuan Bajo, barulah kita menyeberang ke Pulau Komodo dengan perahu motor. Hanya 3 jam perjalanan dari Labuan Bajo menuju Pulau Komodo. Atau jika tidak ingin repot Anda juga bisa menghubungi travel agent yang bisa memenuhi keinginan Anda untuk menikmati indahnya kawasan ini. Banyak kok, travel agent yang menawarkan paket liburan ke Taman Nasional Komodo. Harganya bervariasi, bisa dipilih sesuai dengan keinginan masing-masing.  Salah satu web yang saya temukan ini, flores-komodo tour, komodotours.com, komodoliveaboard, merupakan jasa penyedia layanan travel ke Taman Nasional Komodo.

Jika hanya memiliki sedikit tabungan, mungkin bisa bepergian dengan cara backpacking ke pulau ini. Tidak perlu ragu, sebagian besar wisatawan juga lebih suka memilih cara ini. "Lebih seru dan lebih hemat pastinya," kata teman yang juga suka backpacking.  Jika butuh referensi mendalam mengenai backpacking ke Pulau Komodo, Anda juga bisa berkunjung ke forum yang sering menjadi acuan saya untuk backpacking, indobackpacker dan backpackingindonesia. Banyak Backpackers yang akan dengan senang hati membantu Anda untuk menjawab hal-hal seputar backpacking ke Taman Nasional Komodo.

Taman Nasional Komodo sebagai New 7 Wonders of Nature Memang sudah selayaknya kawasan ini menjadi tujuan wisata dunia. Dengan gelar World Heritage Site dari UNESCO sejak tahun 1986 dan sekarang jadi salah satu nominasi untuk New 7Wonders of Nature yang diselenggarakan oleh New7wonders Foundation, Taman Nasional Komodo bisa menjadi salah satu ujung tombak negara untuk mempromosikan keindahan alam Indonesia lainnya, selain juga sebagai sumber devisa negara. Untuk itu, nggak berlebihan lah jika kita sebagai penduduk Indonesia turut mendukung kawasan ini menjadi New 7Wonders of Nature. Caranya gampang kok, kita bisa turut serta menentukan Taman Nasional Komodo sebagai New 7Wonders of Nature, cuma dengan melawat ke situs www.new7wonders.com, dan berikan vote Anda untuk Taman Nasional Komodo. Mumpung masih dalam suasana pemilu, yuk kita contreng! Haiaah. Overall, pengakuan kita sebenarnya terhadap keindahan Taman Nasional Komodo adalah dengan mengunjungi dan menikmati langsung keindahan tempat ini. Sudah selayaknya kita menikmati sendiri apa yang bumi negeri ini berikan kepada kita. Jangan melulu keluar negeri, sekali-sekali tengoklah pulau sebelah, dijamin nggak akan kalah menarik dengan tempat-tempat wisata di luar sana.

12 Comments