It’s like snapshot of serenity, di bawah pohon kelapa, menikmati manisnya kelapa muda, sambil bersandar di putihnya pasir pantai di salah satu sudut pulau. Martha pun berkata, “aaah..this is heaven on earth!”.

Waktu menunjukkan pukul 08.45 ketika kita baru mencapai kabupaten Jepara, dengan sisa hanya 15 menit kita harus sampai di pelabuhan Jepara, mengejar keberangkatan KM Muria yang akan membawa kita ke Kepulauan Karimun Jawa. Butuh keajaiban agar bisa mencapai tepat jam 9 di Pelabuhan Jepara.Telat, sudah dipastikan. Otak pun mulai bekerja, "Nggak mungkin, ini udah kedua kalinya," pikir saya.

Saya jadi ingat, cerita 8 bulan lalu, ketika kami (saya, Ajoy, Ndik, Omay, Bian) gagal berangkat dari Semarang ke Karimun Jawa. Ada seorang bapak yang nekat pergi meskipun cuaca buruk telah diberitakan. "Mau nyebrang lewat mana pak?", tanya saya. "Ke Jepara aja, di sana banyak kapal nelayan yang berani berangkat meski cuaca buruk." Si Ajoy juga nyeletuk lagi, "Bener juga, nenek moyang kita kan dulu pelaut, ngapain mesti takut!" Ah, udah gila kali nih bapak ama anak. Dadah, lo aja berdua sana pergi, gue gak ikutan!

Waktu itu kita memang memutuskan untuk menunda trip kita ke sana, mungkin karena masih pada waras. Tapi kali ini..NGGAK!Nggak mungkin ditunda lagi, gila apa! Gue dan Ajoy udah yang kedua kalinya brur, cuaca juga cerah-cerah aja. kenapa mesti ditunda lagi? emang dasar kampret aja nih mobil sewaan! gara-gara molor berangkat dari Jakarta, jadi kaya orang gila deh di jalan. Mobil tua, supir tua, hasilnya? Kita tua di jalan. Sakit!

Rombongan memang sedikit berbeda kali ini, cuma gue dan Ajoy yang pernah merasakan gagalnya nyebrang dalam rombongan kali ini, anggota rombongan lainnya baru pertama kali, ada Dimh, Dhika, Martha, Dayu, Lisna, dan Dina. 3 cowok, 5 cewek.

Dan mulailah otak berulah, "Naik Kapal Tongkang! Kapal Nelayan!" not a bad idea, though. Gue pikir nih cewek-cewek, nggak mau kalo naek kapal nelayan, ternyata nafsu mereka buat liburan mengalahkan ketakutan mereka terombang ambing di laut 6 jam lebih. Cool!

Jadilah kita berangkat, beruntung kita bertemu dengan rombongan backpackers yang juga ingin berangkat ke pulau Karimun Jawa. Sendy, salah satu anggota rombongan menawarkan sharing kapal. Kami pun setuju. Setelah tawar menawar dengan sang kapten kapal, mereka setuju dengan biaya Rp. 75,000,- per orang. Memang masih terlalu mahal sih, wong naik Muria cuma Rp. 30,000. Tapi gimana lagi, daripada rombongan 'turis telat' sebelum kita, mau aja dengan harga Rp. 150,000,- per kepala dengan kapal yang sama.

Satu jam pertama, masih terlihat excited, serasa Kapten Hook dengan kapalnya, atau Jack Sparrow dengan Black Pearl-nya? Yeah its cool dude, but let see then. Cukup satu jam saja untuk membuat penghuni kapal menjadi lesu, lemah tak berdaya, satu per satu mulai terlihat lunglai, beberapa terlihat mulai menidurkan tubuhnya. Beberapa jam berikutnya, tampak terlihat pucat, begitupun saya, karena goyangan kapal akibat benturan ombak terasa mengocok perut. Saya pilih tidur, nggak kuat, hehe. Enam jam berada di laut ternyata lumayan juga. Entah itu dialami oleh semua nelayan kita, tapi sang awak kapal sih sempat komentar ketika ditanya kondisi ombaknya sekarang bagaimana dan dia bilang, "Ah, ini mah ombaknya kecil,biasa aja mas" Okee..He is the real Captain now.

Karimun Jawa, bagi yang belum tahu, merupakan gugusan kepulauan yang terdiri dari 27 pulau besar dan kecil yang saling berdekatan. Dengan keindahan pulau beserta pantai-pantainya yang sangat landai dan masih sangat alami, juga keindahan terumbu karang, menjadikan gugusan pulau ini menjadi Taman Nasional oleh pemerintah kita dan diproyeksikan menjadi tujuan wisata bahari Indonesia. "Mau dijadikan kayak Bali," tutur salah satu penduduk Karimun Jawa yang kami temui, pak Slamet, yang juga menjadi pengemudi kapal kayu yang membawa kita keliling 5 pulau di Karimun Jawa. Memang diakuinya, pulau ini baru ramai setelah tahun 2000-an, sedikit demi sedikit mulai banyak pengunjung datang ke pulau ini, lokal maupun asing. "Yah lumayan mas, kalau lagi musim wisata seperti sekarang, penghasilan saya jadi bertambah," ujarnya.

Okei, balik ke kapal, sudah hampir 5 jam kita di dek kapal, kaya ikan tanpa harapan. Dan akhirnya, nggak berapa lama kemudian saya melihat daratan. Haha, seperti melihat harapan. ikan-ikan pada bangun dan hidup kembali, haha, lega sekali. Dari dek kapal terlihat Pulau yang paling besar, itu adalah Pulau Karimun Jawa, pulau terbesar. Tempat para traveler menginap. Banyak homestay disana yang menyewakan rumahnya untuk disewakan wisatawan. Tarifnya beragam untuk sekali menginap. Kisaran Rp 30,000 semalam sampai Rp. 600,000 per malam juga ada, tergantung selera.

Hari ke-2, 16/08/09. The tour!

Mas Ari, salah satu penduduk lokal yang mendedikasikan dirinya untuk pengembangan pariwisata di Karimun Jawa, telah men-set kunjungan kami menjadi maksimal. Dia juga menjadi salah satu guide yang bisa diandalkan. Coba aja googling 'Mas Ari Karimun Jawa' pasti banyak rekomendasi tentang dirinya. Ia merekomendasikan mengunjungi 4 tempat untuk satu hari tur. Segitu aja sudah puas banget katanya. Kami diantar oleh kapal Pak Slamet dan dua awaknya, mas Tarul dan satu lagi saya lupa tanya namanya.

Kunjungan pertama adalah ke Pulau Menjangan Besar, tempat penangkaran dan pengembangbiakan ikan Hiu. Perfect! its good for starting our trip. Tidak sampai sepuluh menit kita sudah sampai di pulau Menjangan Besar, lihat hiu-hiu kecil di penangkaran. Okey hiu kecil, lets snorkeling with that little sharks. yiippie..dan ternyata hiu-hiu kecil itu tidak sekecil yang saya kira, memang tubuhnya kecil tapi panjangnya ada yang sampai setinggi tubuh saya, haha (Sekedar informasi aja, tinggi saya sekitar 169 cm), deg-degan juga ngelihat tuh hiu berenang di bawah saya, hihi. Selain hiu, ada juga Kura-kura, Bintang laut dan Barakuda. Tapi Barakuda ditempatkan terpisah, masih suka gigit katanya.Yuk mari..

Selanjutnya, kita mengarah ke Pulau Cemara Kecil, Ini pulau kecil banget, cuma selapangan bola mungkin. Pasir pantainya putih, air jernih. Gradasi biru gelap dan muda muncul akibat perbedaan kedalaman laut. Mantap. Jarak dua ratusan meter dari bibir pantai kita bisa snorkeling, alat snorkeling juga sudah disiapkan. Dan Yeah..keren gila, baru kali ini ngelihat pemandangan bawah laut langsung. Clown fish bisa ditemui di sana. Hah, sayang gak punya kamera tahan air.

Tapi tempat favorit saya adalah Pulau Cemara Besar. Perfect island! pasir putih, pantai landai hampir ratusan meter, pulau lain terlihat di kanan kiri, argh! gue mau bikin rumah di sini, menghabiskan sisa hidup disini, sambil bakar ikan di malam hari, api unggun, bir, nge-teh, minum susu, lengkap deh, seminggu sekali mushroom juga oke, import dari Jatinangor tapi, haha.

Lepas dari Cemara Kecil, kita ke Tanjung Gelam. Salah satu pantai di Pulau Karimun Jawa, sebelum ke pantai, saya, dhika, Ajoy dan Dimh, masih penasaran buat snorkeling lagi. Dan lagi, nggak kalah bagusnya dengan di Pulau Cemara Kecil, cuma ombaknya disini lebih besar, jadi agak susah.

Selesai snorkeling, kita ke pantai. bergabung dengan yang lainnya. Martha, Dayu, Lisna, Dina, terlihat setengah berjemur. Ya setengah berjemur, karena mereka berjemur di bawah pohon kelapa, haha. Eh kamu, esensinya dimanaaaaa???

Its like snapshot of serenity, di bawah pohon kelapa, menikmati manisnya kelapa muda, sambil bersandar di putihnya pasir pantai di salah satu sudut pulau. Martha pun berkata, "aaah..this is heaven on earth!".

Sebenernya ini akhir dari tur 'wajib' kita, tapi dasar manusia gak pernah puas, kita minta nambah pulau lagi, haha. dengan sokongan dana tambahan kita berhasil membujuk Pak Slamet, sang kapten kapal yang mengemudi cuma pake satu kaki itu (sumpah keren banget doi). Kita meluncur ke Pulau Menjangan Kecil, ke salah satu private cottage, sudah ada pengelolanya lengkap dengan villa penginapan disitu. dan memang, tampak lebih terurus. Masuk pun kita harus beri tips ke penjaga pulau. Tujuan kita, yak apalagi kalo bukan mengejar (tenggelamnya) matahari, hehe. Memang nggak afdol kalo ke pantai nggak melihat sunset. Apalagi merasakan sunset di Karimun Jawa. And that was a perfect closing.

Hari ke-3, 17/08/09,

Upacara Bendera

Pulang. tidak lupa upacara Bendera dulu. kali ini nggak ketinggalan kapal kok, hehe

ps: for you guys, just dont hesitate to call me or catch me on twitter @farhanvsgnk if you want to visit Karimun Jawa, i'll give you informations how to trip, or might be i can accompany you. yeah, with my pleasure. Foto: http://www.flickr.com/photos/farhanvsgnk/

Comment