[tweetmeme source="farhanvsgnk" service="bit.ly" only_single=false]

Nggak sengaja kemarin, Rabu (03/02/10) saya menonton Mata Najwa di Metro TV. Topik kali itu adalah "Anak Langit", membahas mengenai anak jalanan yang hidup terlantar di Jakarta. Di salah satu scene, Najwa Shihab sang pembawa acara menanyakan kegiatan sehari-hari salah satu anak jalanan tersebut. Banyak yang keluar dari mulut anak tersebut tapi satu yang membuat saya cukup terkejut, saya lupa detil pertanyaannya apa tapi seputar kegiatan si anak sehari-hari:

Najwa :"Biasanya selain ngamen kamu ngapain?(entah benar, pertanyaannya agak lupa)" Anak langit: "Yaa main, kadang-kadang ke warnet.." Najwa: "Ke warnet?ngapain? (muka kaget)" Anak Langit: "Facebook dong, chatting sama temen di Facebook". Najwa: "Oh kamu punya Facebook juga.." (senyum bingung)

(obrolan berlanjut ke topik lain..)

Dengar obrolan itu pun saya juga nggak percaya, tapi itu benar-benar keluar dari mulut si anak jalanan itu. Entah apa yang salah, yang jelas ini benar-benar di luar dugaan saya. Anak Jalanan, yang tidurnya saja beratapkan langit, hidup dari mengamen di jalanan, dan kalau makan pun menunggu hasil ngamen, menyempatkan dirinya untuk menyisihkan uang hasil ngamen yang saya kira nggak seberapa untuk ke warnet dan bermain Facebook.

Klise, media is like a bullet for some people. Ya terpaan media konvensional masih seperti raja di negara ini, TV, radio, koran, billboard. Dimana-mana logo Facebook, obrolan warung kopi pun juga pasti terselip kata Facebook. Jadilah ini memicu rasa keingintahuan mereka tentang Facebook, dan Bang!! Facebook ada di kepala anak-anak itu, sungguh ironi.

Pertanyaannya sekarang adalah, sudah sampai tahap mana kebutuhan internet bagi anak-anak jalanan ini?

1 Comment