Gitar lusuh itu setiap hari dibawanya, kadang dipanggulnya, tapi lebih sering dimainkannya. Ia rajin naik-turun bus kota dengan gitarnya. Tidak hanya memainkan gitar, ia juga bernyanyi. Bernyanyi dengan suara yang tidak jelek, meski kadang terdengar fals. Ya, Ia seorang pengamen jalanan.

Statusnya sebagai seorang pengamen tidak mengurangi penghargaan diri saya terhadap dirinya. Ia berbeda, Ia pandai memainkan senar itu dengan jari-jarinya. Ia bernyanyi dengan senyum di bibirnya.  Ia menikmatinya, dan saya menikmatinya.

Orang ini, pengamen ini, mungkin saat ini hanya seorang penghibur kelas bawah bagi sebagian orang. Tapi siapa yang tahu, siapa yang tahu masa depannya akan seperti apa? Tidak ada yang berhak mengadilinya sekarang ini. Ia, saya yakin sedang berproses menjadi seseorang yang lebih baik, lebih matang dari dirinya yang sekarang.

Percaya segala sesuatu itu tidak ada yang instan. Its about process. Mungkin hari ini Ia hanya mendapat recehan lima ratus rupiah dari saya, tapi siapa yang tahu sepuluh tahun ke depan saya yang tidak mampu membeli tiket masuk pertunjukkanya.

Posted via web from farhanvsgnk

Comment