Sudah seminggu lebih berlalu semenjak 6 hari perjalanan saya ke Malaysia dan Thailand selatan. Rasanya menyenangkan yah, mengetahui bahwa kamu bisa melakukan perjalanan sendirian ke luar negeri selama beberapa hari. Hal yang selama ini hanya bisa saya baca di blog para traveler atau tulisan perjalanan jurnalis traveling di media. Bertanya kepada diri sendiri, "kapan yah saya melakukan solo traveling?", dan keraguan apakah saya bisa melakukan solo traveling atau tidak terjawab sudah.

Selama enam hari saya memulai perjalanan solo perdana saya, dua hari di Malaysia mengunjungi Melaka dan Kuala Lumpur, kemudian hari ke-tiga ke Thailand Selatan dengan jalur darat. Krabi dan Phuket menjadi persinggahan saya sebelum kembali ke Jakarta di hari ke-enam. Banyak yang heran dan menanyakan kenapa saya traveling sendirian?, “Iseng banget sih! kaya kurang kerjaan!”, mungkin begitu kali yah di benak mereka. Sebenarnya nggak sendiri-sendiri amat sih, pergi dan pulangnya aja sendiri, di jalan sih saya bertemu banyak orang-orang menarik dan mendapat banyak cerita menarik dari mereka.

Misalnya, sewaktu di Kuala Lumpur kemarin, saya menginap di apartment Firly, teman yang sedang melakukan penelitian di sana. Tidak hanya Firly yang saya temui di sana, di apartmentnya juga saya dikenalkan dengan room mate-nya dan teman-temannya, Anggita, Eidri, Ririn, Via, pelajar-pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Malaysia. Plus, di apartment mereka juga sedang ada Misaki dan Tomoka dari Jepang, teman Anggita & Eidri yang juga sedang mengunjungi Kuala Lumpur untuk beberapa hari. Nah, ramai kan? Selama di Kuala Lumpur saya bersama mereka, mengunjungi Melaka, Batu Cave dan sight seeing KLCC.

Misaki, another solois. Saya berkenalan dengan Misaki, traveler dari Jepang, temannya Anggita & Eidri. Orang ini menarik perhatian saya, terutama setelah diberitahu oleh Firly, kalau Ia seorang traveler ‘kelas kakap’. Sekakap apa sih? hmm.. penasaran deh pengen ngobrol.

Misaki sedang menemani Tomoka, temannya dari Okinawa, Jepang, yang sedang mengunjungi KL. Sebelumnya Ia sedang berada di Thailand. Setelah ngobrol dengannya, barulah saya tahu kalau dia sudah berkeliling dunia selama satu tahun terakhir ini dan tinggal nomaden dari satu tempat ke tempat lainnya. Dia bercerita sudah pernah ke beberapa negara timur tengah, negara-negara indocina dan bahkan ke daerah pedalaman di Borneo. Dia sempat pulang ke Jepang untuk beberapa waktu, tapi memutuskan kembali melanjutkan perjalanannya. Dan ini kesekian kalinya dia singgah di KL, kalau tidak salah ke-5 kalinya, dan kali ini untuk menemani Tomoka sebelum Misaki meneruskan perjalanan ke Jerman, menemui pacarnya. Dia mungkin akan stay lama di sana, ujarnya kepada saya.

Dia berhenti dari pekerjaannya saat itu sebagai perawat di Okinawa dan memutuskan untuk traveling. Setelah itu, entah dia tidak menceritakan lebih detil apa yang Ia lakukan untuk membiayai hidupnya selama masa traveling, tapi Ia sempat cerita pernah menjadi volunteer di sela-sela perjalanannya. Ia juga cerita kalau selama di Thailand Ia belajar Thai massage, Ia punya rencana untuk membuka layanan tersebut suatu hari nanti, tidak dijelaskan dimana dan kapannya. Yang pasti Ia belum berencana untuk kembali ke negaranya lagi.

See, traveling itu menyenangkan, cenderung punya kejutan-kejutan menarik di dalamnya. Kamu nggak akan pernah tau apa yang akan ditemui selama perjalanan. Solo traveling ini pun juga menawarkan hal yang sama, sebuah kejutan. Kejutan yang akan kamu dapatkan selama perjalanan. Kejutan solo traveling kali ini adalah, saya mendapatkan teman-teman baru dan mengunjungi tempat-tempat menarik di sana bersama mereka selama dua hari berada di Kuala Lumpur.

2 Comments