Dua minggu yang lalu, saya pergi ke Bandung. Kebetulan ada teman yang akan menikah di sana. Karena tidak ada kerjaan juga di Jakarta, saya memutuskan untuk pergi.

Tidak ada yang spesial dari rute Jakarta-Bandung sebenarnya. Hanya dua jam waktu tempuh yang diperlukan untuk mencapai Bandung via tol Cipularang. Karena hampir tiap pergi ke Bandung saya selalu menyetir mobil sendiri atau menumpang mobil bersama teman-teman. Kali ini saya ingin coba sesekali shuttle service dari Jakarta. Sendirian.

Sebenarnya ada misi lain sih, kenapa tiba-tiba saya jalan sendiri ke Bandung, menggunakan shuttle service . Saya pernah baca tentang experimental traveling yang tertulis di blog @ranselkecil. Saya tertarik dengan konsep tersebut. Menurut tulisan tersebut, ide experimental traveling adalah mendapatkan pengalaman dan perspektif baru tentang suatu tempat melalui cara-cara yang tidak biasa. Cara ini tidak perlu mahal, tetapi biasanya penuh spontanitas, jenaka dan kejutan.

Saya pikir benar juga. Tak perlu kita merencanakan perjalanan wah ke luar negeri kali ini. Cukup maksimalkan saja rencana perjalanan atau rutinitas yang akan dijalani. "Sesungguhnya kamu hanya ingin lebih menikmati hari-harimu di bumi kan?", bisik saya dalam hati.

Nah, perjalanan kali ini mungkin bisa masuk ke dalam kategori experimental traveling tersebut (bagi saya). Karena saya pun sudah lupa kapan terakhir kali pergi dengan travel dengan rute Jakarta-Bandung. Saya ingin mencicipinya kembali.

Benar saja. Perjalanan Jakarta - Bandung kali ini terasa lebih merdu. Lebih syahdu. Ditemani playlist lagu dan Bilangan Fu. Perjalanan terasa sunyi tapi memori menari-nari. Sesekali mata terpejam, sesekali membuka lembar demi lembar buku ini. Destinasi tak lagi penting kini, saya sedang menikmati sensasi ini. Mengikuti visual yang tersaji. Menangkap memori.

---------

ps: Terima kasih untuk @willyirawan, Anti, @budi, @andhanieputri, @rangga_rp, @wikupedia yang telah menemani kunjungan ke Bandung saya kali ini. Cheers!

2 Comments