Berniat melakukan roadtrip South East Asia? Kalau iya, nggak ada salahnya kamu coba salah satu moda transportasi kereta api lintas negara ini: Singapore - Kuala Lumpur - Penang - Bangkok. Beberapa bulan yang lalu saya melakukan short trip South East Asia. Dari Kuala Lumpur dan berakhir di Phuket selama 6 hari total perjalanan. Saya sempat mencicipi rute Kuala Lumpur - Hat Yai dengan kereta. Ada dua pilihan saya waktu itu, dengan bus atau dengan kereta. Dengan range harga yang hampir sama, akhirnya saya putuskan untuk naik kereta. Terutama ketika saya tahu ada sleepers class train.

Sleepers class ini sebenarnya adalah salah satu jenis pilihan kelas untuk kereta api yang saya naiki. Satu gerbong terpisah yang dibagi-bagi menjadi compartment tempat tidur. Tidak ada kursi di situ, hanya tempat tidur. Panjang compartment kira-kira setinggi badan saya, kurang lebih 170cm. Cukup untuk ukuran panjang tubuh orang Asia.

Rute saya kemarin adalah Kuala Lumpur ke Hat Yai. Dari Kuala Lumpur kereta berangkat jam 21.20 waktu setempat dengan ETA jam 10.27 pagi di Hat Yai. Rute yang cukup panjang dan melelahkan. Yup memang, hampir 12 jam. Nah makanya saya memilih sleepers class. Karena nggak berasa sih dan kita bisa tidur dengan nyaman.

Sebenarnya sih waktu yang dihabiskan di kereta itu cuma dari waktu kamu bangun pagi, sampai jam 10.27 itu. Karena malamnya kamu bisa tidur dengan tenang dan nyaman. Tidak perlu khawatir dengan keamanan barang-barang bawaan, karena cukup aman kok. Selama perjalanan di malam hari, kereta tidak pernah berhenti di stasiun yang kita lewati. (Atau mungkin juga berhenti, sayanya aja yang terlelap, hehe).

Isi gerbong itu rata-rata memang para pejalan yang ingin menyeberang ke Thailand dari Malaysia atau dari Singapore. Karena memang ketika berhenti di perbatasan, Padang Besar station, yang turun untuk proses imigrasi adalah orang-orang dari gerbong itu.  Dan dari stasiun inilah para pejalan tersebut mulai terlibat percakapan satu sama lain.

Di sinilah saya pertama kali bertemu dengan Mr. Raghani dan istrinya.  Pria paruh baya yang juga seorang pejalan dan sudah beberapa kali mengunjungi Indonesia. Saya mulai berbincang banyak dengan beliau ketika berhenti perbatasan ini. Cerita lebih lengkap tentang Mr. Raghani ini sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya.

Selain itu saya juga bertemu dengan dua orang Indonesia. Entah pasangan atau bukan, tapi mereka pergi bersama-sama. Ketika saya tanya ingin ke mana, si laki-laki (saya lupa namanya) menjawab belum tahu. Ia malah bertanya balik tujuan saya dan bertanya-tanya mengenai perjalanan saya. Baru Ia cerita setelahnya, bahwa Ia hanya ingin menambah portofolio cap negara di passpornya. Sepertinya ingin mengambil visa di suatu negara, dan Ia ingin cap-cap tersebut nanti jadi bahan pertimbangan yang kuat untuk mendapatkan visa.

Tiba di Hat Yai, para penumpang yang hanya tinggal hitungan belasan itu turun dari gerbong yang sama. Kami melanjutkan perjalanan masing-masing. Mr. Raghani dan istrinya menuju hotel yang sudah mereka pesan tidak jauh dari stasiun. Si pasangan Indonesia itu juga memutuskan untuk menginap sementara di Hat Yai. Saya meneruskan perjalanan ke Krabi dengan mini van. Still 4,5 hours to go.

Perjalanan yang sangat menyenangkan. Lebih seru dari yang saya kira. Perjalanan di Sleepers Class Train ini bisa jadi salah satu cerita perjalanan saya yang akan saya ingat terus. Saya jadi benar-benar mengamini salah satu quote, traveling is not about the destination,  but its all about the journey. Mostly the interesting stories come from it.

Note:  Informasi lengkap mengenai rute, jenis kereta, jadwal dan informasi mengenai pembelian tiket kereta api ini bisa kita lihat di situs www.seat61.com  . Tidak hanya rute Asia Tenggara, tersedia juga informasi jalur kereta api di dunia.

1 Comment