Yang sudah pernah ke Bangkok, mungkin kenal dengan area ini? Yes, Patpong merupakan salah satu pusat hiburan malam yang cukup terkenal di Bangkok, Thailand. a red light district!

Waktu itu saya benar-benar belum pernah mendengar popularitas kawasan ini sebagai pusat hiburan malam. Saya baru tahu cerita mengenai kawasan ini setelah diceritakan oleh Sigit, teman kantor yang mengajak saya dan beberapa anak kantor untuk 'lihat-lihat' hingar bingar Patpong.

Berawal penasaran, dan bingung mau menghabiskan malam di Bangkok setelah seharian mengikuti agenda tour outing kantor hari itu, akhirnya saya mengikuti usul Sigit.

Saya, Sigit, Arief, Adit, Dimas, Bonita, Anggi. Rombongan malam itu yang juga sama-sama ingin keluar dan jalan-jalan menikmati Bangkok di malam hari. Tidak ada firasat jelek yang hinggap di satupun rombongan kita. Kita terlalu excited. Tidak ada yang tahu bahwa dalam beberapa jam ke depan, kita akan keluar dari suatu bar dengan tatapan kosong dan bengong karena sudah merasa dibodohi dengan cukup telak, haha.

Malam itu, setelah makan malam dan seharian berkeliling tempat wisata di Bangkok, kita kembali ke hotel di jalan Lang Suan. Saya lupa nama hotelnya. Setelah beberes dan mandi, saya dan Sigit yang kebetulan satu kamar turun ke bawah untuk bertemu dengan yang lain. Kita janjian untuk keluar hotel dan berdasarkan usul Sigit, kita memutuskan untuk ke Patpong. Sigit cuma cerita kalau di sana itu kita bisa melihat show 'khas' Bangkok. dengan harga yang lebih murah. Okesip, Bangkok memang terkenal dengan pertunjukkan ini dan saya penasaran sih memang, hehe.

Dari hotel kita naik taksi dengan membayar 80 baht. Tidak sampai 15 menit kita tiba di Patpong, kebetulan sudah cukup sepi jalanan malam itu. Tapi tidak demikian ketika tiba di Patpong. Turun dari taksi, saya, Arief dan Dimas, langsung didekati oleh penduduk lokal dan ditawarkan berbagai macam paket show. Mulai dari Pingpong show, Striptease, Sex Show, dan rupa-rupanya lah. Kita masih sibuk meraba-raba kawasan ini sambil menunggu rombongan lain.

Sekilas dari yang saya lihat, tempat ini memang langsung terasa hingar bingar kawasan hiburan malam. Gambar bentuk tubuh seksi perempuan mendominasi logo-logo bar di lokasi tersebut. Escort ladies tampak santai duduk-duduk di depan bar. Satu dua orang kadang terus mengikuti kita, membujuk untuk datang ke bar mereka dan menyaksikan pertunjukkan di sana. Kita terus menolak karena masih menunggu rombongan lain.

Selang 15 menit, akhirnya kita bertemu dengan rombongan Sigit. Mereka juga sudah sempat lihat-lihat selagi jalan menemui kita. Dan terlihat juga beberapa orang membuntuti mereka, menawarkan hal yang sama. Akhirnya kita putuskan untuk masuk ke dalam satu bar/cafe di seberang jalan, kita putuskan untuk memesan minum sambil mendiskusikan mau apa kita setelah ini.

Sambil minum, ngobrol dan main games iseng, kita akhirnya bertanya-tanya dengan waitress cafe tersebut meminta rekomendasi apa hal seru yang bisa kita lakukan di Patpong. Dia bilang, daya tarik utama di sini memang sex show dan teman-temannya. Tapi dia tidak merekomendasikan karena jika kita tidak hati-hati, kita bisa diperdaya dan dipaksa mengeluarkan banyak uang untuk pemilik bar. Waitress tersebut sudah memperingatkan kita. Saya juga setuju dengannya, sejak awal saya kurang sreg dengan atmosfer di situ. Beberapa kawan lain juga setuju kita minum-minum saja di sini dan bersenang-senang.

Tak berapa lama, kita bertemu dengan rombongan lain dari kantor. Ada mas Ijun, Nugie dan Radit. Akhirnya mereka ikut bergabung. Sigit yang tadi ke toilet juga kembali. Tapi kali ini dia bawa info baru, dia bilang bahwa dia baru saja ditawari oleh orang untuk melihat sex show di tempatnya dengan cukup membayar 100 baht per orang. Wah harga yang cukup murah, mengingat tadi harga yang ditawarkan sekitar 300 baht untuk satu show. Bahkan katanya kita boleh tidak membayar jika shownya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Tanpa pikir panjang, dan termakan bujukan Sigit, akhirnya kita sepakat untuk ikut. Toh 100 baht juga, nggak terlalu mahal.

Bergeraklah kita, dipandu oleh orang yang menawarkan show tersebut ke Sigit. Kita dibawa ke lokasi, di sebuah bar kecil dan tertutup di lantai 2. Kita masuk ke bar tersebut, ruangan yang sangat gelap dan hanya ada bantuan cahaya dari bola disko klasik khas Bar-bar di Kota. Di dalam, sudah menunggu beberapa perempuan telanjang yang (maaf) lebih cocok tidur di rumah sambil pijitin suaminya. Shit, firasat buruk!

Bisa ditebak akhirnya, shownya ternyata asal-asalan dan benar-benar tidak bisa dinikmati. Epic fail! Akhirnya kita putuskan untuk keluar lebih cepat. Nah, di sini gong-nya! Ternyata kita tidak diperbolehkan masuk jika kita tidak membayar 1000 baht per orang. Damn! What? dealnya kan 100 baht per orang?!

Arief yang terlihat panik, berusaha meyakinkan kita untuk membayar sesuai keinginan mereka. Sementara Sigit, masih berusaha berdebat dengan salah satu mucikari dan protes kalau ini tidak sesuai dengan perjanjian awal. Saya yang daritadi sudah curiga, sudah tahu ujungnya akan ke mana. Tanpa banyak protes saya keluarkan 1000 baht dari kantong. Plus 500 baht buat nalangin teman saya yang kekurangan duitnya. Meskipun akhirnya diganti.

Keluar dari bar, muka semua pada bete, pada diem dan bengong. Bonita, terlihat pucat sementara Anggi yang sudah terlanjur teler juga cuma bisa pasrah. Dia cuma kesel karena duitnya habis buat sesuatu yang gak dia nikmati sama sekali. yah emang situ aja, haha. 1000 baht belakangan saya tau cukup untuk membiayai tur Andaman Sea saya seharian di Krabi. Beda jauh cing!

Well, this time I got punk'd in Patpong! Silahkan diambil hikmahnya dari kejadian ini yah.. hehe. :D

Comment