Jadi trip kali ini memang jauh di luar plan saya sebelumnya. Sewaktu membeli tiket PP Jakarta - Kuala Lumpur awal tahun lalu, tujuan saya memang ingin ke Kuala Lumpur. Tetapi mengingat saya sempat singgah di Kuala Lumpur sewaktu trip kemarin, maka saya putuskan untuk mencari destinasi baru. Masuk sebulan sebelum tanggal keberangkatan, akhirnya saya mulai membuat itinerary trip. Itinerary awal adalah mengunjungi kota Penang.  Mengingat kota ini memiliki George Town yang terkenal unik dan diakui oleh UNESCO sebagai salah satu kota heritage di dunia. Maka saya memutuskan untuk pergi ke kota ini. Lihat review trip para traveler juga kayanya menarik untuk dikunjungi.

Beberapa hari setelahnya, ternyata saya ingat pernah lihat postingan instagram @esinsilia salah satu pantai di P. Redang. Iseng research tentang Pulau Redang, dan tiba-tiba menggiurkan nih kalau saya pergi ke pantai. Akhirnya plan berubah dan memutuskan untuk ke P. Redang.

Ditinggal beberapa minggu tanpa menyentuh itinerary, mulai khawatir karena waktu yang mepet dan kerjaan di kantor ternyata lumayan padat. Setelah browsing sana-sini, dapat kesimpulan sementara kalau trip ke sana tampaknya akan memakan cost lebih banyak, detil trip yang lumayan ribet dan timing yang kurang pas. Akhirnya saya putuskan untuk kembali ke plan awal, ke Penang. Keputusan ini juga saya ambil karena kebetulan tanggal keberangkatan saya berbarengan dengan tanggal keberangkatan teman-teman saya, @anggasp@portuthechaser dan @prayoga_d yang akan backpacking 10 hari menyusuri Malaysia dan Thailand. Dan tujuan pertama mereka memang ke Penang via Kuala Lumpur. Flight yang sama pula. Coincidence!

Hari keberangkatan, saya janjian dengan @anggasp, @portuthechaser dan @prayoga_d di Terminal 3 CGK. Flight Air Asia pukul 06.25 tujuan Kuala Lumpur. Kita ke sana dengan satu persamaan, belum ada yang tukar Ringgit, haha. Berangkatlah kita! the trip began!

Image

Sekitar pukul 9 pagi waktu Malaysia, kami sampai di LCCT. Saya langsung mengambil uang di ATM, sementara mereka kekeuh menukar uang nanti di Pudu Raya. Tujuan awal kita memang ke Pudu Raya dan langsung ke Penang dengan bus. Saya diam-diam ingin coba naik bus double decker, hehe.

Di Pudu, kita sempat makan siang di warung nasi milik ibu asal Gresik, Jawa Timur. Enak sekali masakan si ibu yang sudah tinggal dan bekerja di Malaysia sejak tahun 1983 ini. Hanya 7 RM, tapi kenyang tiada dua. Sebelum meninggalkan warung, tak lupa kami ambil foto di warung si ibu.Image

Saya sebelumnya sudah browsing tentang provider bus yang melayani trip ke Penang dengan bus double decker, tiket bisa ditemukan mudah di counter-counter bus di terminal. Tapi tetap saja, on the spot masih banyak tiket yang dijual oleh para agent, semacam calo tiket, bedanya? mereka tidak mengambil untung dari penumpang. Mereka sepertinya dapat insentif dari provider bus, karena tiket yang dijual sama persis dengan harga yang tertera di tiket. Ongkos bus ini hanya 35 RM saja dari Pudu Raya ke Penang dengan memakan waktu 5 jam perjalanan.

Gerimis turun tepat ketika bus datang. Kita naik dan sambil menunggu bus berangkat, seperti biasa, obrolan nggak guna keluar tanpa rencana. Semua tertawa lepas, tanpa perduli perjalanan seperti apa di depan kita nanti.

Image

Image

Image

Comment