Bus berangkat. Diiringi hujan rintik rintik, kami meninggalkan Kuala Lumpur menuju Penang. 5 jam perjalanan diisi tidur, bangun, dengerin ipod sambil lihat lihat pemandangan, berhenti di rest area bernama Slim River, tidur lagi, dan bangun lagi. Dan kira-kira 5 jam kemudian kita sudah sampai di gerbang tol Butterworth, dan langsung menuju jembatan penghubung ke Penang.

Di sini kita diturunkan di terminal bas Sg, Nibong dan dilanjutkan dengan naik bus bernomor 401 ke arah George Town. Karena saya book di hostel yang berbeda dengan yang lain, jadilah mereka menemani saya dulu mencari hostel tempat saya menginap, baru kemudian membantu mereka mencari tempat stay di Penang. Hostel yang berbeda ini karena mereka sebenarnya nggak berencana untuk menginap di Penang. Saya racuni untuk stay semalam dulu di George Town, dan karena sudah malam juga kita tiba di Penang, maka mereka setuju.

Saya stay di Tofu Bed & Bike. Tempatnya asik! hostel dengan konsep pod room dan menempatkan diri sebagai hostelnya para bikers. Ya, saya tertarik karena konsep ini. Harganya mungkin di atas rata-rata dengan rate hostel lainnya di Penang, Tofu per malamnya 55 RM, sedangkan rata-rata rate hostel bunk bed di George Town itu sekitar 25-30 RM. Tapi, tempatnya memang bersih dan rapih. Dan jika mau rental sepeda ini bisa diskon 50% jika menginap di sini. Baru 9 bulan hostel ini beroperasi, aku owner hostel Lucas & Joyce.

@anggasp @portuthechaser @prayoga_d pun akhirnya mendapat hostel yang cukup sesuai dengan keinginan mereka. Lokasi masih di George Town, namanya Red Inn hostel. Di hostel ini banyak informasi mengenai paket trip di Penang maupun daily transfer ke tempat tempat lainnya, seperti Pulau Perhentian, P. Redang, maupun Cameroon Highland. Juga ada informasi untuk van untuk nyebrang ke Krabi dan Bangkok.

Setelah beberes, kita segera mencari tempat makan malam. Tidak jauh dari lokasi hostel Red Inn, terdapat Hokkien Street food. Kita putuskan untuk makan di situ, karena banyak dikunjungi orang dan kayanya seru. Menu yang saya order: Hokkien Noodle.. not bad, not bad at all!

Tempat ini seru, sepertinya banyak pejalan yang ke sini untuk mencicipi  masakan Hokkien. Karena ya namanya juga Hokkien Street Food. Ada mie, ada kue mirip serabi tapi saya lupa namanya, dan ada berbagai macam jus minuman di sini.

Belum selesai makan di sini, kami masih ingin mencoba kuliner di sekitar Little India. Ada satu restoran Nasi Beryani 24 Jam yang direkomendasikan oleh Lucas. Kita mampir ke situ untuk makan roti canai dan minum teh tarik. Roti canai-nya enak banget!  Makanan penutup  yang oke untuk malam ini.

Hari ke dua di Penang. Saya tertarik untuk melihat-lihat seri lukisan yang dibuat oleh artist asal Lithuania. Saya sempat baca di internet bahwa di George Town ada beberapa macam seri grafiti yang dipamerkan bebas di sudut-sudut jalan di George Town. Kemarin juga sempat ditunjukkan oleh Lucas, ketika ia menjemput kita di jalan. Katanya karyanya terkenal sekali di sini, dijadikan eksebisi sendiri dengan nama Mirrors George Town dan menjadi daya tarik sendiri di tahun ini. Sampai hostel, ia menunjukkan brosurnya ke saya dan di situ terdapat lengkap letak-letak lukisan Mirrors George Town.

Adalah seorang artist dari Lithuania bernama Ernest Zacharevic yang membuat semua karya ini untuk dipamerkan dalam George Town Festival 2012. Dia datang tahun lalu di Penang dan kemudian terinspirasi untuk membuat karya-karya ini.

"Mirrors George Town seeks to draw attention to the people who live, work, and play in George Town; the inhabitants of the city that truly bring the unique buildings of this UNESCO World Heritage Site to life!", begitu penjelasan tentang pameran ini.

Saya melihat beberapa lukisan-lukisannya di jalan-jalan yang saya lewati. Idenya sangat sederhana, si artist berusaha memanfaatkan sudut-sudut jalan maupun ruang yang kemudian ia tambahkan lukisan dan menambahkan cerita di dalamnya. Tiga lukisan yang saya lihat semuanya mengambil karakter anak kecil yang sedang bermain di kota ini. Bagai flashback ke masa kecil saya, lukisan-lukisan ini membawa saya kembali ke masa-masa bermain di waktu kecil. Di daerah tempat saya tumbuh dulu masih bisa bermain di jalan tiap sore. Persis seperti gambaran lukisan-lukisan ini.

Jam menunjukkan pukul 11.30. ketika itu kami sedang melihat salah satu lukisan di jalan Lebuh Armenian. Entah siap yang mulai, salah satu dari @anggasp @portuthechaser @prayoga_d mencetuskan ide agar saya ikut ke Krabi bersama mereka. Ide yang nggak terduga sih datang saat itu. Saya berpikir, "ah gila lo! bisa rusak itinerary gue kalo ikut. Lagian gue udah beli tiket pesawat dr KL!"

Tapi diam-diam saya cek flight di apps Kayak di iphone saya flight dr Krabi ke KL, ternyata ada satu flight Air Asia dan jamnya pas! Depart dari Krabi jam 14.25, arrived at LCCT jam 17.00. Sementara flight saya berikutnya jam 19.00 dari LCCT ke Jakarta. JENG! Ah ini gila nih kalo gue ke Krabi, baru beberapa bulan lalu gue dari sana. Tapi godaan ke sana lagi dan mengunjungi kota kecil itu begitu menggoda, ditambah kali ini pergi bersama mereka, kapan lagi coba??

Dan yak, saya pun akhirnya memutuskan untuk berangkat. Kebetulan juga masih ada satu seat kosong di van yang telah mereka book sebelumnya. Jadilah saya berangkat ke Krabi bersama mereka! haha.

Comment