photo 1[2]

Waktu menunjukkan pukul sebelas malam. Saya sibuk menimbang-nimbang ide ke Cimaja yang tiba-tiba datang setelah selesai menyantap tenderloin steak Tokyo Skip Jack. Saya diam-diam melihat google maps, dan si Ayubski diam-diam juga menelpon Budi, lalu ujung telepon diberikan ke saya;

Ayubski  : "ini Budi yub, coba ajak aja?" Farhan : "Halo Bud, ke Cimaja yuk?! mau gak?" Budi : "Hayo aja, ini lagi ngobrol sama Ochi, ajak yah?" Farhan : "Yaudah, lebih bagus itu, gue telepon Erpe yah".

Eyalah, si Budi gampang banget diajak pergi, tanpa perlawanan. Ide saya dan Ayubski yang spontan ingin ke Cimaja disambut dengan enteng oleh Budi dan Erpe. Memang cuma mereka yang terlintas di kepala kita ketika ide untuk ke Cimaja datang seketika hasil obrol ngalor ngidul sehabis makan. Sekalian cari supir cadangan, hehe.

Lima belas menit kemudian Erpe datang dengan scooter-nya, lalu kita menjemput Budi di Cipete, Ochi ternyata tidak jadi ikut karena satu dan lain hal. Lalu kita ke rumah saya untuk ambil baju dan kamera, sekalian Erpe titip scooter.  Sekitar jam satu pagi, kita sudah di tol TB Simatupang mengarah ke Ciawi. Dan berangkatlah kita.

Dulu kita pernah ke Cimaja juga, persis dengan formasi yang sama. Saya, Ayubski, Budi, Erpe. Tapi lebih terencana. Alasannya masih sama. kita bosan weekend di Jakarta, mau lihat pantai!

Mungkin karena sudah pernah ke sana sebelumnya, dan jalur yang masih familiar, kita berhasil sampai di Cimaja jam 3.30 pagi. Cimaja masih gelap gulita. Karena tidak menyangka bisa sampai secepat itu, keluar lagi ide, "ke Sawarna yuk!? satu jam dari sini kalau kata gmaps", setelah meyakinkan diri dengan bertanya ke warung ibu-ibu di Cimaja, dan diamini oleh ibu penjaga warung itu bahwa Sawarna hanya satu jam dari warung itu dengan melewati jalan berbukit di depan, kita putuskan untuk meneruskan perjalanan, kira-kira jam 4 pagi, kita meneruskan perjalanan. "Sawarna Jon!!" entah siapa yang teriak pagi itu, excited! tapi saya terlanjur ngantuk, kali ini biar Erpe berada di belakang kemudi. Saya putuskan untuk tidur saja.

Kira-kira jam 05.30, saya terbangun dari tidur, lumayan ternyata bisa tidur setelah tiga jam menyetir. Sudah dekat dari Sawarna. Jalanannya seingat saya sebelum tidur cukup berbukit, dan lumayan curam. Tapi aspalnya cukup bagus, justru yang sedikit rusak jalan-jalan di Cimaja. Dan saat itu, langit mulai terang sedikit demi sedikit, tapi pantai tak kunjung kelihatan. "Jauh juga yah?", gumam saya.

Jam enam lebih, bau pantai mulai tercium. "Mana nih pantainya!? gak dapat sunrise nih!" memang rasanya nggak akan dapat sunrise hari itu, karena pantainya sendiri belum kelihatan, sementara langit mulai terang. Ya tak apalah, yang penting kita sampai.

Sepertinya Pantai Sawarna sudah di dekat-dekat sini, melihat banyak juru parkir menawarkan lahannya untuk mobil-mobil. Tidak langsung berhenti karena kita  tidak yakin, nggak ada pantai-pantainya soalnya, hehe. Kita teruskan sedikit sambil cek-cek spot pantai di sekitar, sampai sedikit naik ke atas bukit dan kita sadar, kayanya pantainya sudah lewat. Tapi pas sebelum kita putar balik, ternyata kita ada di view point Pantai Sawarna, dan pemandangannya.. kerenn jon! Langsung kita berhenti dan sedikit menikmati pemandangan dari atas bukit. Shoot, awesome view! worth a trip! *gak nemu fotonya kali ini, maaf hehe*

Setengah jam kemudian kita beralih ke pantai, balik arah, dan memang benar, pintu masuk pantainya ada di tempat juru parkir tadi menawarkan parkir. Kita parkir dan masuk ke dalam ke arah bibir pantai melewati perkampungan warga yang disulap jadi tempat- tempat penginapan. Dan sampai di ujung kampung, tampaklah pantai Sawarna yang terbentang panjang. Gagah! Ia memang layak masuk ke list weekend getaway kalian jon! Pemandangannya di luar ekspektasi saya. Breathtaking view! Pecah! Pantainya membentang panjang, dengan deburan ombak yang cukup kencang pagi itu. Mereka seperti menyapa kami. Syahdu sekali.

Debur suara ombak terdengar jelas di telinga. Tidak ada bunyi-bunyian lain selain suara deru ombak yang menyentuh bibir pantai. Sungguh pagi yang indah. Sejenak lupalah kita dengan masalah yang ada di kepala. Dan senyumpun merekah!

ayubski

Budi

photo4

1 Comment