kavling H

Sejujurnya, saya lupa alasan beberapa tahun lalu tidak langsung ikut cohousing project ketika pertama kali diperkenalkan? Lupa apakah karena saya sedang tidak punya tabungan sebanyak itu? Ragu dengan konsep cohousing? Atau sudah keburu ambil rumah cluster di Sentul? Entahlah, saya lupa urutannya. Tapi saya akui, saya agak ragu bahwa konsep ini akan jalan dengan mudah. Konsep yang menarik, tapi kendala terberat saat itu menurut saya adalah, menemukan orang-orang yang sepaham dan mau membangun rumah 'bareng-bareng'. Apalagi ini terkait duit yang tidak sedikit, pasti bakalan lama sampai bisa terwujud. Pesimis, saat itu saya akui. Tapi saya salah, ternyata saya hanya kurang riset. Dan Mande, teman, arsitek dan sekaligus project initiator cohousing di Jakarta, dengan gigihnya tetap memperjuangkan konsep ini terwujud agar bisa menjadi salah satu solusi masalah hunian di perkotaan. 

Konsep cohousing sebenarnya bukan konsep baru. Originally, cohousing pertama kali diperkenalkan di Denmark pada tahun 1964. Seorang arsitek Denmark, Jan Gudmand-Hoyer mengumpulkan teman-temannya dan memperkenalkan konsep ini. Meskipun kenyataannya, cohousing community pertamanya gagal dibangun. Tapi konsep cohousing tidak gagal sama sekali. Ternyata ada beberapa orang yang menuliskan dan mempublikasikan ide yang sama. Konsep ini pun mulai mendapat respon dari khalayak yang lebih banyak. 

Apapun yang berhasil 'jalan' di luar negeri, seharusnya bisa diimplementasikan juga di sini (Indonesia_red). Hanya saja butuh waktu yang agak lama untuk kita digest. Mungkin Mande berkeyakinan yang sama saat itu. Kegigihannya layak diapresiasi. Akhirnya cohousing project pertamanya berhasil menemukan calon-calon penghuninya. Lokasi pertamanya di Bintaro, di Jl. Masjid Baiturrahim. Saya turut senang. Detail konsep DF Housing Baiturrahim bisa dilihat di website DF Housing.

Jeda beberapa bulan, saya sibuk bolak-balik Jakarta-Sentul tiap weekend, untuk mengisi rumah yang sedang saya cicil 15 tahun. Saya cukup menikmatinya. Karena baik sebelum dan setelah menikah dengan Dhika di tahun 2015, kami tetap #timLDRan. Jadi belum ada urgency untuk tinggal serumah. Saya juga putuskan untuk masih tinggal di rumah orang tua di Jakarta. Karena dekat dengan kantor. Namun, semenjak Dhika akan kembali pindah kerja ke Jakarta di awal tahun 2016, sepertinya kami harus mencari tempat tinggal. Kami sadar, nggak rela saya dan Dhika bolak balik nyetir Sentul - Jakarta untuk bekerja tiap harinya. Kami mulai mencari alternatif lain.

Sebenarnya saat itu pilihannya adalah, membangun rumah di atas tanah orang tua atau ya cari rumah di Jakarta. Tapi urusannya bakal sedikit ribet kalau membangun di tanah milik orang tua, karena itu tanah keluarga dan surat-surat dari pemilik sebelumnya masih belum selesai diurus. Rencana membangun rumah inipun kita tangguhkan dulu. 

Lama tidak mendengar kabar cohousing, ternyata project tersebut tidak luput dari kendala. "Yah, lumayan banyak drama sih", curhat Mande saat itu. "Kontraktor pertama bermasalah, jadi harus cari kontraktor lain", ujar Mande ketika ditanya salah satu alasan waktu pengerjaan yang molor hampir satu tahun lamanya. Peminat pun jadi tinggal 6 dari 9 pemilik bangunan yang direncanakan. Nah, disinilah saya melihat pilihan untuk mengambil slot kosong tersebut. 

dfhousing baiturrahim

Setelah ngobrol-ngobrol dengan Mande, mengenai slot kosong di cohousing Baiturrahim. Akhirnya kami putuskan untuk ambil salah satu slot tersebut. Sedikit khawatir dengan penghuni lain karena belum pernah bertemu dan tidak join dari awal, tapi Mande berhasil meyakinkan kami untuk tetap ikut. Toh, ada Mande yang kita kenal, dan ternyata peminat baru lainnya pun saya kenal, salah satunya Rahne Putri, teman dan ex colleague di kantor lama. Dan setelah bergabung, para penghuni awal ternyata sangat welcome. Oiya, cerita tentang rumah Rahne bisa dibaca di sini

So here we are, setelah berjalan selama hampir tiga bulan lebih. Pembangunan rumah sudah hampir masuk tahap akhir. Berharap segala urusan dimudahkan agar bisa memiliki hunian yang nyaman di (pinggiran) Jakarta.

FD House - front door

UPDATE Rumahnya Sudah Jadi!

Kira-kira bulan Desember 2016, rumah akhirnya sudah jadi sesuai dengan desain awal! Updatenya bisa dibaca di postingan ini

FD House

Comment