Viewing entries tagged
Roadtrip

Catatan Kecil Selama Roadtrip Di Australia

Comment

Catatan Kecil Selama Roadtrip Di Australia

Roadtrip

Banyak catatan-catatan kecil selama roadtrip gue kemarin yang mau gue share di sini.  Mungkin akan sedikit berguna buat yang mau melakukan hal yang sama, siapatau bisa membuat perjalanan kalian lebih menyenangkan:

Rent A Car
Di Aussie, cara terbaik untuk roadtrip sepertinya memang lewat mobil pribadi. Kalau kamu rame-rame pakai camper van enak banget tuh! Tapi kalau cuma berdua kaya gue kemarin, dan nggak punya mobil pribadi atau mobil teman yang bisa dipinjam? banyak juga kok car rental atau tempat menyewakan mobil yang bisa digunakan.  Ada Budget,  Thrifty, Avis, Hertz, etc. Kebetulan gue pakai Hertz. Hertz punya website yang sangat memudahkan buat gue yang baru pertama kali mau sewa mobil di luar negeri. Gimana enggak? websitenya aja langsung keluar dengan pilihan bahasa Indonesia, kalau kamu browsing dari Indonesia.

Cara bookingnya juga gampang, dia hanya butuh masukkan data diri dan pesan sesuai waktu berangkat dan pengembalian. Oiya, lo bisa mengembalikan mobil di kota mana aja yang terdapat jaringan Hertz di Australia. Umumnya car rental di luar negeri sepertinya sudah punya sistem seperti ini.  Pembayaran sebenarnya bisa dilakukan dengan cash, tapi credit card sepertinya wajib dilampirkan sebagai jaminan pembayaran. Rate sewa per harinya sebenarnya tidak terlalu mahal, tapi karena gue memesan dengan jaminan full insurance buat mobil, biayanya jadi double. Tapi ini pilihan yang cukup bijak, mengingat kita nggak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti.

Have a Map, off course.
Tapi kalau nggak ada, ini tips dari temen gue, Daniel, yang ternyata berguna banget. Download apps Sygic. Mapsnya bisa didownload dulu dan bisa dipake offline. Jadi buat yang males beli data, bisa pakai cara ini.

Gas Station
Selalu perhitungkan kapan kalian akan mengisi fuel. Umumnya tiap kota yang kamu lewati ada gas stationnya. Hanya rentang waktu perjalanan antar kota itu harus kalian perhatikan sih. Repot yaaa kalau sampai habis di tengah jalan.  Anyway, karena trip ini, gue jadi tau rasanya self service gas station kaya gimana, haha.. kaya di film film yah... norak 

A Must Have Item: Local SIM Card
Bukan, yang ini bukan untuk kepentingan live tweet atau update foto perjalanan lo di Path. Tapi belajar dari pengalaman mobil gue yang stuck di antah berantah kemarin, sebaiknya lo beli sim card local di negara yang lo datengin. Kenapa? Karena penting banget buat nelfon di keadaan emergency. Se.ri.us.

For Australia, nomor Road Assistance yang harus lo simpan nih: 131703 (RAC)

Drive Safely
Ingat, lo bukan lagi di Jakarta! Nyetir gak bisa ugal-ugalan di sana karena speed limit di mana-mana, dan kalau lo coba coba melanggar, tiba tiba tagihan credit card lo nongol buat cover biaya tilang, hehe..

Be Flexible with Itinerary
Jangan terlalu banyak itinerary, enjoy tiap tempat yang lo kunjungi, karena banyak banget attraction yang bisa dinikmati. Dan lo nggak tau juga di jalan akan nemu apa kan? Bisa aja lo mau stay lebih lama di tempat tertentu atau sebaliknya, skip kota yang ada di plan.

Last, enjoy the scenic drive!

note: tulisan ini juga dipost di blog.brotrip.co

Comment

Honeymoon On The Road: Western Aussie

Comment

Honeymoon On The Road: Western Aussie

Yes, we officially married! hehe.. and to celebrate this, we gave ourself a present, a roadtrip! haha. Sebenarnya ide untuk roadtrip ini datang belakangan. Awalnya kita hanya beli tiket ke Perth selama seminggu. Tetapi, setelah ngobrol dengan teman-teman yang pernah ke Aussie, mereka menyarankan waktu seminggu di Aussie dihabiskan untuk roadtrip. Paling tidak nggak stay di satu kota terlalu lama, karena sayang juga menghabiskan seminggu hanya di Perth. Akhirnya kami memutuskan untuk roadtrip Western Australia, karena itu rute yang paling memungkinkan untuk waktu yang kita punya. 

Ini adalah pengalaman pertama kami traveling menjelajahi Western Australia. Lewat jalan darat, kami roadtrip menyusuri Perth - Burnbury - Busselton - Cape Naturaliste - Margaret River - Pemberton - Albany - back to Perth selama 5 hari / 4 malam. Banyak cerita seru yang mengiringi perjalanan kami, bertemu dengan Kanguru ketika ia menyeberangi mobil kami dengan santainya, tur Lighthouse, sampai mobil terjebak di pasir yang cukup dalam selama 3 jam. 

But it was all worth it! we had so much fun! that was the best decision we made for our honeymoon. 

updated with a video trip. enjoy!

Comment

Comment

Roadtrip Roemah Pulomanuk

Awalnya saya memutuskan untuk tidak ikut trip ini. Trip yang beranggotakan Budi, Popon, Erpe, Ochi, Goro, Acionk, Ayu, Maul. Karena tanggalnya berbarengan dengan kepulangan Dhika ke Jakarta. Walaupun akhirnya Dhika pulang seminggu lebih dulu dari tanggal trip ini, karena sudah terlanjur memberikan tempat untuk yang lain, jadi saya tetap nggak ikut juga. Lagipula expense saya lagi berantakan banget bulan itu.

Hari itu hari Jumat, malam pula, jam jam random, karena keputusan-keputusan random-impulsif biasa terjadi di malam sabtu hehe. Dan benar saja, kebetulan hari itu hari dimana mereka akan berangkat. Ketika saya hubungi mereka untuk menanyakan keberadaannya, sekedar untuk bertemu karena saya pikir mereka akan berangkat tengah malam, jadi mungkin bisa ketemuan dulu.. Eh, mereka malah kasitau kalau harga sewa Roemah Pulomanuk yang mau disewa, mendapat potongan 50% karena kita akan share rumah dengan pemiliknya. Dan mereka bilang juga, kalau maksimal bisa sampai 9 orang. (Sebelumnya dikasih tahu kalau maksimal hanya bisa 8 orang). Lalu saya mulai tertarik untuk ikut, hehe. Akhirnya saya putuskan ikut saja. Toh di Jakarta saya juga tidak ada rencana.

Malam itu kita berangkat dengan 2 mobil, mobil Ayu dan mobil Acionk. Saya ikut mobil Ayu. Setelah mampir ke rumah untuk ambil baju ganti, akhirnya kita berangkat malam itu lewat jalur Sukabumi-Pelabuhan Ratu-Cimaja-Sawarna-Pulomanuk. Saya, Budi dan Erpe sudah dua kali ke Cimaja, jadi lumayan hafal jalur ini. Berangkat Jumat malam memang waktu yang paling pas untuk ke arah sana. Paling macet hanya di sekitar Pabrik Aqua, Pocari Sweat, selanjutnya biasanya lancar jaya. Tapi malam itu, salah satu jembatan di kawasan tersebut sedang rusak, mengakibatkan waktu tempuh yang lebih lama dari biasanya. Untung nggak nyetir hehe.

Berangkat jam 12-an, kita baru sampai di Pelabuhan Ratu jam 05.00. lumayan meleset dari biasanya. Dulu, kita bisa sampai jam 3 jika berangkat jam segitu. Karena perjalanan masih jauh, akhirnya kita lanjut lagi ke arah Sawarna, berharap masih dapat sunrise di bukit setelah Cimaja. Dan sesuai perkiraan, kita masih dapat sunrise di sini. Sunrise yang cukup indah, karena ada cincin matahari di sana. Sesuatu yang jarang terjadi, kalau kata Acionk.

Lalu, kita meneruskan perjalanan ke Pantai Sawarna, sekitar satu jam perjalanan kita sampai di sana. Karena Roemah Pulomanuk tinggal 8 kilometer dari sini, maka kita berhenti dulu dan bermain-main di pantai ini, sambil sarapan indomie goreng dan minum kelapa muda. Ah, what a Saturday Morning.

Setelah dua jam di sini, akhirnya kita meneruskan perjalanan ke Pulomanuk. Dan tidak sampai 20-30 menit kita sampai di Roemah Pulomanuk. Tempatnya bagus, cukup eye candy, dan memang menarik sekali rumah ini. Rumah Joglo pada dasarnya, tapi furniture di dalamnya sudah agak dikombinasi dengan furniture-furniture IKEA, dan gaya-gaya mid-century.

Selanjutnya seperti yang sudah ditebak, weekend kita habiskan dengan leyeh-leyeh, main ke pantai di belakang rumah, nonton film pakai infocus, makan, ketawa-gosip-curhat, dan foto-fotolah! (apalagi haha)

Oiya, untuk yang tertarik menginap di Roemah Pulomanuk bisa menghubungi ke:

email: roemahpulomanuk@gmail.com

telf: 087888866680

Comment