Viewing entries tagged
Sawarna

Comment

Roadtrip Roemah Pulomanuk

Awalnya saya memutuskan untuk tidak ikut trip ini. Trip yang beranggotakan Budi, Popon, Erpe, Ochi, Goro, Acionk, Ayu, Maul. Karena tanggalnya berbarengan dengan kepulangan Dhika ke Jakarta. Walaupun akhirnya Dhika pulang seminggu lebih dulu dari tanggal trip ini, karena sudah terlanjur memberikan tempat untuk yang lain, jadi saya tetap nggak ikut juga. Lagipula expense saya lagi berantakan banget bulan itu.

Hari itu hari Jumat, malam pula, jam jam random, karena keputusan-keputusan random-impulsif biasa terjadi di malam sabtu hehe. Dan benar saja, kebetulan hari itu hari dimana mereka akan berangkat. Ketika saya hubungi mereka untuk menanyakan keberadaannya, sekedar untuk bertemu karena saya pikir mereka akan berangkat tengah malam, jadi mungkin bisa ketemuan dulu.. Eh, mereka malah kasitau kalau harga sewa Roemah Pulomanuk yang mau disewa, mendapat potongan 50% karena kita akan share rumah dengan pemiliknya. Dan mereka bilang juga, kalau maksimal bisa sampai 9 orang. (Sebelumnya dikasih tahu kalau maksimal hanya bisa 8 orang). Lalu saya mulai tertarik untuk ikut, hehe. Akhirnya saya putuskan ikut saja. Toh di Jakarta saya juga tidak ada rencana.

Malam itu kita berangkat dengan 2 mobil, mobil Ayu dan mobil Acionk. Saya ikut mobil Ayu. Setelah mampir ke rumah untuk ambil baju ganti, akhirnya kita berangkat malam itu lewat jalur Sukabumi-Pelabuhan Ratu-Cimaja-Sawarna-Pulomanuk. Saya, Budi dan Erpe sudah dua kali ke Cimaja, jadi lumayan hafal jalur ini. Berangkat Jumat malam memang waktu yang paling pas untuk ke arah sana. Paling macet hanya di sekitar Pabrik Aqua, Pocari Sweat, selanjutnya biasanya lancar jaya. Tapi malam itu, salah satu jembatan di kawasan tersebut sedang rusak, mengakibatkan waktu tempuh yang lebih lama dari biasanya. Untung nggak nyetir hehe.

Berangkat jam 12-an, kita baru sampai di Pelabuhan Ratu jam 05.00. lumayan meleset dari biasanya. Dulu, kita bisa sampai jam 3 jika berangkat jam segitu. Karena perjalanan masih jauh, akhirnya kita lanjut lagi ke arah Sawarna, berharap masih dapat sunrise di bukit setelah Cimaja. Dan sesuai perkiraan, kita masih dapat sunrise di sini. Sunrise yang cukup indah, karena ada cincin matahari di sana. Sesuatu yang jarang terjadi, kalau kata Acionk.

Lalu, kita meneruskan perjalanan ke Pantai Sawarna, sekitar satu jam perjalanan kita sampai di sana. Karena Roemah Pulomanuk tinggal 8 kilometer dari sini, maka kita berhenti dulu dan bermain-main di pantai ini, sambil sarapan indomie goreng dan minum kelapa muda. Ah, what a Saturday Morning.

Setelah dua jam di sini, akhirnya kita meneruskan perjalanan ke Pulomanuk. Dan tidak sampai 20-30 menit kita sampai di Roemah Pulomanuk. Tempatnya bagus, cukup eye candy, dan memang menarik sekali rumah ini. Rumah Joglo pada dasarnya, tapi furniture di dalamnya sudah agak dikombinasi dengan furniture-furniture IKEA, dan gaya-gaya mid-century.

Selanjutnya seperti yang sudah ditebak, weekend kita habiskan dengan leyeh-leyeh, main ke pantai di belakang rumah, nonton film pakai infocus, makan, ketawa-gosip-curhat, dan foto-fotolah! (apalagi haha)

Oiya, untuk yang tertarik menginap di Roemah Pulomanuk bisa menghubungi ke:

email: roemahpulomanuk@gmail.com

telf: 087888866680

Comment

1 Comment

Dari Tokyo Skip Jack ke Pantai Sawarna

photo 1[2]

Waktu menunjukkan pukul sebelas malam. Saya sibuk menimbang-nimbang ide ke Cimaja yang tiba-tiba datang setelah selesai menyantap tenderloin steak Tokyo Skip Jack. Saya diam-diam melihat google maps, dan si Ayubski diam-diam juga menelpon Budi, lalu ujung telepon diberikan ke saya;

Ayubski  : "ini Budi yub, coba ajak aja?" Farhan : "Halo Bud, ke Cimaja yuk?! mau gak?" Budi : "Hayo aja, ini lagi ngobrol sama Ochi, ajak yah?" Farhan : "Yaudah, lebih bagus itu, gue telepon Erpe yah".

Eyalah, si Budi gampang banget diajak pergi, tanpa perlawanan. Ide saya dan Ayubski yang spontan ingin ke Cimaja disambut dengan enteng oleh Budi dan Erpe. Memang cuma mereka yang terlintas di kepala kita ketika ide untuk ke Cimaja datang seketika hasil obrol ngalor ngidul sehabis makan. Sekalian cari supir cadangan, hehe.

Lima belas menit kemudian Erpe datang dengan scooter-nya, lalu kita menjemput Budi di Cipete, Ochi ternyata tidak jadi ikut karena satu dan lain hal. Lalu kita ke rumah saya untuk ambil baju dan kamera, sekalian Erpe titip scooter.  Sekitar jam satu pagi, kita sudah di tol TB Simatupang mengarah ke Ciawi. Dan berangkatlah kita.

Dulu kita pernah ke Cimaja juga, persis dengan formasi yang sama. Saya, Ayubski, Budi, Erpe. Tapi lebih terencana. Alasannya masih sama. kita bosan weekend di Jakarta, mau lihat pantai!

Mungkin karena sudah pernah ke sana sebelumnya, dan jalur yang masih familiar, kita berhasil sampai di Cimaja jam 3.30 pagi. Cimaja masih gelap gulita. Karena tidak menyangka bisa sampai secepat itu, keluar lagi ide, "ke Sawarna yuk!? satu jam dari sini kalau kata gmaps", setelah meyakinkan diri dengan bertanya ke warung ibu-ibu di Cimaja, dan diamini oleh ibu penjaga warung itu bahwa Sawarna hanya satu jam dari warung itu dengan melewati jalan berbukit di depan, kita putuskan untuk meneruskan perjalanan, kira-kira jam 4 pagi, kita meneruskan perjalanan. "Sawarna Jon!!" entah siapa yang teriak pagi itu, excited! tapi saya terlanjur ngantuk, kali ini biar Erpe berada di belakang kemudi. Saya putuskan untuk tidur saja.

Kira-kira jam 05.30, saya terbangun dari tidur, lumayan ternyata bisa tidur setelah tiga jam menyetir. Sudah dekat dari Sawarna. Jalanannya seingat saya sebelum tidur cukup berbukit, dan lumayan curam. Tapi aspalnya cukup bagus, justru yang sedikit rusak jalan-jalan di Cimaja. Dan saat itu, langit mulai terang sedikit demi sedikit, tapi pantai tak kunjung kelihatan. "Jauh juga yah?", gumam saya.

Jam enam lebih, bau pantai mulai tercium. "Mana nih pantainya!? gak dapat sunrise nih!" memang rasanya nggak akan dapat sunrise hari itu, karena pantainya sendiri belum kelihatan, sementara langit mulai terang. Ya tak apalah, yang penting kita sampai.

Sepertinya Pantai Sawarna sudah di dekat-dekat sini, melihat banyak juru parkir menawarkan lahannya untuk mobil-mobil. Tidak langsung berhenti karena kita  tidak yakin, nggak ada pantai-pantainya soalnya, hehe. Kita teruskan sedikit sambil cek-cek spot pantai di sekitar, sampai sedikit naik ke atas bukit dan kita sadar, kayanya pantainya sudah lewat. Tapi pas sebelum kita putar balik, ternyata kita ada di view point Pantai Sawarna, dan pemandangannya.. kerenn jon! Langsung kita berhenti dan sedikit menikmati pemandangan dari atas bukit. Shoot, awesome view! worth a trip! *gak nemu fotonya kali ini, maaf hehe*

Setengah jam kemudian kita beralih ke pantai, balik arah, dan memang benar, pintu masuk pantainya ada di tempat juru parkir tadi menawarkan parkir. Kita parkir dan masuk ke dalam ke arah bibir pantai melewati perkampungan warga yang disulap jadi tempat- tempat penginapan. Dan sampai di ujung kampung, tampaklah pantai Sawarna yang terbentang panjang. Gagah! Ia memang layak masuk ke list weekend getaway kalian jon! Pemandangannya di luar ekspektasi saya. Breathtaking view! Pecah! Pantainya membentang panjang, dengan deburan ombak yang cukup kencang pagi itu. Mereka seperti menyapa kami. Syahdu sekali.

Debur suara ombak terdengar jelas di telinga. Tidak ada bunyi-bunyian lain selain suara deru ombak yang menyentuh bibir pantai. Sungguh pagi yang indah. Sejenak lupalah kita dengan masalah yang ada di kepala. Dan senyumpun merekah!

ayubski

Budi

photo4

1 Comment