Viewing entries in
Travelling

Malam di Alor

Comment

Malam di Alor

Terbangun jam segini habis tiduran di depan kamar (lagi). Langit Alor bikin senyum-senyum sendiri nggak jelas kaya orang lagi jatuh cinta. Biasalah, tipikal anak jakarta lihat bintang-bintang.

Star gazing lagi. Milky way setiap hari keliatan di sini dengan mata telanjang. Sudah dua hari. kok bisa gitu ya? how awesome. Mau foto lagi, tapi yang punya kamera udah masuk kamar. Balik lagi bengong, sambil sesekali mendengar teriakan orang di pulau seberang. Tempat saya menginap memang cuma 15 menit dari pulau Alor kecil, pakai perahu sampan. Mirip-mirip jarak P. Weh dan pulau di seberangnya.

image.jpg

Hari ini terlalu manis. Pagi-pagi disambut iring-iringan dolphin di sisi-depan kapal sambil cari perhatian. Ada paus juga muncul belakangan, sayang agak jauh. Dan kali ini beneran. Bukan ekspresi excitednya Willy Irawan di sini ketika melihat kawan dolphins. Si paus santai aja berenang menyemburkan air dari atas permukaan tubuhnya, kaya di film-film. Kita amazed, sang kapten kapal santai saja cuma bilang, "yah besok paling ketemu lagii". Bukan bualan.

selamat malam, semoga harimu juga menyenangkan.

 

Milky Way dari Marangki Bungalow

Milky Way dari Marangki Bungalow

Comment

Untuk Anakku

2 Comments

Untuk Anakku

Nak, ayah baru pulang dari Bali, setelah tiga hari menyelam di Nusa Penida dan Padang Bai. Lihat nak, foto ini? Indah bukan? 

Kalau sudah waktumu bisa mendengarkan dan mengerti keindahan ini, akan dengan senang hati aku bercerita. Walaupun tidak satu buku ceritaku, tapi ayah rasa cukup untuk memenuhi rasa penasaranmu. Di bawah sana sungguh indah luar biasa.

Jika sudah waktumu pergi, aku akan berikan restuku, mesti tak perlu kau meminta. Hanya selesaikan dulu pendidikanmu. Demi bekalmu di luar sana. Dan jangan lupa kau minta restu ibumu. Karena kebaikan ibumu-lah yang membuat Ayah bisa bercerita sebanyak ini.

Pergilah. Belajar dari kehidupan di luar sana. Dari alam, dari teman-temanmu, dan dari orang-orang yang kamu temui di perjalanan.

 

Salam terhangat dari Ayahmu.

FN. 31 Desember 2015.

2 Comments

Rafting di Ubud

Comment

Rafting di Ubud

Saya baru tahu kalau di Ubud, Bali, kita bisa rafting. Tepatnya rafting di sungai Ayung. Rutenya lumayan menarik. Pemandangan tebing-tebing tinggi, sedikit waterfall, dan kadang bisa melihat kera hutan di sana. Jalurnya juga melewati beberapa hotel bintang 5. Yang saya ingat tapi hanya Ritz Carlton.

"ah, Bali mah gitu-gitu aja..", Beberapa kali saya mendengar orang berkata demikian, jika bercerita tentang pengalamannya ke Bali. Lebih kesal lagi, jika frekuensi ke Bali orang tersebut masih hitungan jari. Padahal, ya orang itu kurang explore aja.

 

Lain waktu kamu ke Bali, dan mampir ke Ubud. Rafting, mungkin bisa jadi salah satu alternatif kegiatan yang bisa dilakukan, biar nggak gampang ngecap Bali 'gitu-gitu aja '. 

end point view

end point view

Comment

Selonjoran di Gunung Pancar

Comment

Selonjoran di Gunung Pancar

Maunya sih selonjoran somewhere in New Zealand, tapi yah kali ini di Gunung Pancar aja dulu, hehe. Ini kesekian kalinya saya ke sini. Dulu juga pernah glamping di sini. Ya kaya gini, iseng aja. Kebetulan kali ini diajak sama Sarah yang ternyata mau ke sini sama anak-anak kantor. Padahal kayaknya dia cuma nanya arah, cuma gak enak kalau gak basa basi ngajak, jadinya diajak, alhamdulillah yah? :p.

Melihat situasi yang kondusif (tadinya ada acara lain, tapi batal), lalu saya ikutan ini aja ajak si Dhika, karena dia juga belum pernah ke sini. Terlalu semangat, malah jadinya datang sejam lebih awal. Yaudah kita pacaran dulu berdua di kebon pinus.

Dan beginilah suasana siang ke sore hari itu. Menikmati hari libur yang tinggal sehari lagi sebelum kembali ke ruang kantor. Dan sesungguhnya, grup jalan jalan kali ini cukup random. Saya kira. Tapi jalan-jalan sore ini cukup manis, manja (grup) dan menyenangkan. Lain kali ajak ajak lagi ya yang random-random begini? 

 

Comment

Catatan Kecil Selama Roadtrip Di Australia

Comment

Catatan Kecil Selama Roadtrip Di Australia

Roadtrip

Banyak catatan-catatan kecil selama roadtrip gue kemarin yang mau gue share di sini.  Mungkin akan sedikit berguna buat yang mau melakukan hal yang sama, siapatau bisa membuat perjalanan kalian lebih menyenangkan:

Rent A Car
Di Aussie, cara terbaik untuk roadtrip sepertinya memang lewat mobil pribadi. Kalau kamu rame-rame pakai camper van enak banget tuh! Tapi kalau cuma berdua kaya gue kemarin, dan nggak punya mobil pribadi atau mobil teman yang bisa dipinjam? banyak juga kok car rental atau tempat menyewakan mobil yang bisa digunakan.  Ada Budget,  Thrifty, Avis, Hertz, etc. Kebetulan gue pakai Hertz. Hertz punya website yang sangat memudahkan buat gue yang baru pertama kali mau sewa mobil di luar negeri. Gimana enggak? websitenya aja langsung keluar dengan pilihan bahasa Indonesia, kalau kamu browsing dari Indonesia.

Cara bookingnya juga gampang, dia hanya butuh masukkan data diri dan pesan sesuai waktu berangkat dan pengembalian. Oiya, lo bisa mengembalikan mobil di kota mana aja yang terdapat jaringan Hertz di Australia. Umumnya car rental di luar negeri sepertinya sudah punya sistem seperti ini.  Pembayaran sebenarnya bisa dilakukan dengan cash, tapi credit card sepertinya wajib dilampirkan sebagai jaminan pembayaran. Rate sewa per harinya sebenarnya tidak terlalu mahal, tapi karena gue memesan dengan jaminan full insurance buat mobil, biayanya jadi double. Tapi ini pilihan yang cukup bijak, mengingat kita nggak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti.

Have a Map, off course.
Tapi kalau nggak ada, ini tips dari temen gue, Daniel, yang ternyata berguna banget. Download apps Sygic. Mapsnya bisa didownload dulu dan bisa dipake offline. Jadi buat yang males beli data, bisa pakai cara ini.

Gas Station
Selalu perhitungkan kapan kalian akan mengisi fuel. Umumnya tiap kota yang kamu lewati ada gas stationnya. Hanya rentang waktu perjalanan antar kota itu harus kalian perhatikan sih. Repot yaaa kalau sampai habis di tengah jalan.  Anyway, karena trip ini, gue jadi tau rasanya self service gas station kaya gimana, haha.. kaya di film film yah... norak 

A Must Have Item: Local SIM Card
Bukan, yang ini bukan untuk kepentingan live tweet atau update foto perjalanan lo di Path. Tapi belajar dari pengalaman mobil gue yang stuck di antah berantah kemarin, sebaiknya lo beli sim card local di negara yang lo datengin. Kenapa? Karena penting banget buat nelfon di keadaan emergency. Se.ri.us.

For Australia, nomor Road Assistance yang harus lo simpan nih: 131703 (RAC)

Drive Safely
Ingat, lo bukan lagi di Jakarta! Nyetir gak bisa ugal-ugalan di sana karena speed limit di mana-mana, dan kalau lo coba coba melanggar, tiba tiba tagihan credit card lo nongol buat cover biaya tilang, hehe..

Be Flexible with Itinerary
Jangan terlalu banyak itinerary, enjoy tiap tempat yang lo kunjungi, karena banyak banget attraction yang bisa dinikmati. Dan lo nggak tau juga di jalan akan nemu apa kan? Bisa aja lo mau stay lebih lama di tempat tertentu atau sebaliknya, skip kota yang ada di plan.

Last, enjoy the scenic drive!

note: tulisan ini juga dipost di blog.brotrip.co

Comment

Honeymoon On The Road: Western Aussie

Comment

Honeymoon On The Road: Western Aussie

Yes, we officially married! hehe.. and to celebrate this, we gave ourself a present, a roadtrip! haha. Sebenarnya ide untuk roadtrip ini datang belakangan. Awalnya kita hanya beli tiket ke Perth selama seminggu. Tetapi, setelah ngobrol dengan teman-teman yang pernah ke Aussie, mereka menyarankan waktu seminggu di Aussie dihabiskan untuk roadtrip. Paling tidak nggak stay di satu kota terlalu lama, karena sayang juga menghabiskan seminggu hanya di Perth. Akhirnya kami memutuskan untuk roadtrip Western Australia, karena itu rute yang paling memungkinkan untuk waktu yang kita punya. 

Ini adalah pengalaman pertama kami traveling menjelajahi Western Australia. Lewat jalan darat, kami roadtrip menyusuri Perth - Burnbury - Busselton - Cape Naturaliste - Margaret River - Pemberton - Albany - back to Perth selama 5 hari / 4 malam. Banyak cerita seru yang mengiringi perjalanan kami, bertemu dengan Kanguru ketika ia menyeberangi mobil kami dengan santainya, tur Lighthouse, sampai mobil terjebak di pasir yang cukup dalam selama 3 jam. 

But it was all worth it! we had so much fun! that was the best decision we made for our honeymoon. 

updated with a video trip. enjoy!

Comment

Video Diving With Manta

Comment

Video Diving With Manta

Wah, saya lupa post di sini video pertemuan pertama saya dengan Manta! Nggak tahu lagi, ini syahdu banget. Mereka menari-menari di sekitar saya. Indah sekali. Diving di Manta Bay, Nusa Penida, sekitar bulan Agustus, 2014. Tanpa berbasa-basi lagi, ini sekilas cuplikan klip pertemuan saya dengan Manta. 

Comment

Brotrip | Diving Nusa Lembongan & Penida

Comment

Brotrip | Diving Nusa Lembongan & Penida

image.jpg

Tahun lalu saya mendapatkan Open Water Dive License di BIDP, Sanur, Bali. Ya, nggak terasa sudah satu tahun saja saya menjadi open water diver. Log-nya baru 17 terakhir saya cek. Dari 17 dive log tersebut, saya merasa perlu untuk menambah skill menyelam saya. Akhirnya saya putuskan untuk mengambil Advanced Licensed di Bali lagi, kali ini saya berencana untuk ambil di Nusa Lembongan.

 

Kenapa di Nusa Lembongan? Karena selain memang ingin diving di Lembongan, ada Willy yang sedang freelance jadi Dive Master di Lembongan Dive Center. Melihat update-annya di Path, tampaknya seru juga diving di Lembongan. Ditambah good recommendation dari Willy yang menyatakan bahwa para Dive Master dan Instructor di LDC sangat mengedepankan safety saat menyelam, saya semakin tergugah untuk mengambil Advanced di sini. Jadi, ketika tahu Jepri ingin mengambil Open Water Licensed-nya di BIDP dan Maul juga meneruskan ambil Advance di tempat yang sama, maka berangkatlah saya nebeng trip mereka buat melipir ke Nusa Lembongan! 

 

Saya berangkat ke Bali dengan Jepri hari Jumat pagi, menyusul Maul yang sudah sampai di Bali malam sebelumnya. Sementara Jepri dijemput oleh staf dari BIDP sesampainya di bandara Ngurah Rai, saya dan Maul dijemput supir dari LDC yang mengantar kita ke Sanur untuk naik boat ke Nusa Lembongan. Yes, saya berhasil mengajak Maul untuk fun dive dulu di Lembongan sebelum dia ambil course-nya besok harinya di Tulamben.

 

Sesuai jadwal, tiba di Lembongan kita langsung dijemput oleh Willy untuk kemudian langsung berangkat diving. Kita dapat jadwal dive hari itu ke Crystal Bay dan Toya Pakeh. Katanya lagi musim Mola mola di Crystal Bay, penasaran ingin bertemu Mola mola! Tapi mengingat Willy yang membutuhkan waktu tiga bulan diving di Lembongan sampai dia bertemu mola pertamanya, kita put low expectation aja untuk dive kali ini.

 

Dive pertama, jam 11 kita turun di Crystal Bay. Suhu air saat itu dingin sekali! Kata Willy, Crystal Bay memang dive site dengan temperatur suhu airnya bisa mencapai 22 derajat celcius di kedalaman 11-20 m, itulah alasan Mola-Mola sering muncul di sini, karena (cmiiw) Mola-Mola hanya menyelam di kedalaman tertentu di mana suhu airnya lebih dingin, dan tidak banyak dive site yang dengan kedalaman 11-20 m yang mempunyai suhu sedingin itu.

 

Mendengar brief Willy sebelum descend, rasanya tidak se-awkward yang dia khawatirkan. Padahal, ini pertama kalinya saya dan Maul diving di-guide Willy yang kini resmi sebagai Dive Master. Mungkin karena kita pernah diving bareng juga sebelumnya, tapi statusnya saat itu Willy belum jadi Dive Master, dan saya resmi cemen banget waktu itu masih suka positive/negative buoyancy dan udah sering dikawal sama Willy, jadinya kaya ketemu Dive Buddy. Willy saat itu juga udah kelihatan 'beda level' sih sama kita yang nubie ini. Anyway, banggalah saya log book saya ditandatangani oleh Willy! segan.

 

Bertemu Mola & Manta Rays

Tampaknya kita sedang beruntung sekali hari ini, we saw a Mola on our first dive at Crystal Bay, Nusa Penida! a Giant Fish! really amazed with his size. Lewat tepat di belakang saya, ketika sedang menunggu di satu spot di Crystal Bay. Sayang sekali saya nggak sempat merekamnya.

 

Tapi ada satu creature bawah laut yang pesonanya sungguh nggak bisa saya lupakan sampai saat ini. Yang menjadi salah satu impian saya sejak diving pertama kali. Bertemu Manta Rays. Dan kami bertemu dengan Manta Rays di hari ke dua diving di Manta Bays, Nusa Penida. Tidak hanya bertemu, kami bermain-main bersama mereka hampir 30 menit lamanya. Mereka hanya berputar-berputar di atas kita, indah sekali. That was the most beautiful moment since i dive so far! Kali ini saya beruntung sempat merekam dan dibantu oleh footage dari Willy, saya berhasil mendokumentasikannya kali ini. Wanna see how its look like? Enjoy this video!

http://youtu.be/YEIB5WVgHSo

 

Catatan perjalanan:

Cost PADI Advanced Open Water di Lembongan Dive Center : IDR 3.000.000 / 5 dives (exclude penginapan) Speedboat Sanur - Nusa Lembongan: IDR 50,000 - 125,000

image.jpg

Comment

Comment

[Video] Pendakian Rinjani 2014

Akhirnya datang juga mood buat bikin video pendakian Rinjani kemarin. Ternyata karena kemarin nggak nemu lagu yang pas buat dijadiin backsound video ini. Ditambah pas melihat updatean iMovie yang lumayan bagus kali ini. Without any further.. enjoy this video! 

Comment

Upcoming Trip: Diving di Lembongan

Comment

Upcoming Trip: Diving di Lembongan

Sudah terlalu lama break diving. terakhir di Bunaken dan Lembeh. Berhubung @willyirawan masih di Lembongan dan lagi freelance jadi Dive Master di sana, jadi mari kita diving lagi sekalian ambil Advance, hehe.. yuk ah kita ke sana! yuhuuu!

DCIM100GOPRO

Comment

Comment

Piknik Hari Raya di Kebun Raya Bogor

Liburan Lebaran 1435 H kemarin kita Piknik lagi! yeay! dengan anggota yang bertambah dari piknik pertama. Lokasi masih sama di Kebun Raya Bogor, dengan cuaca yang lebih cerah. Tapi kali ini lebih prepare sama makanan ringan dan minumannya. Tidak lupa perkakas alas yang sudah kita beli sewaktu piknik perdana beberapa bulan lalu. Dan lebih banyak orang juga ternyata nggak mengurangi keseruan pikniknya!

Lihat foto-foto lengkapnya di

Flickr

yah. Yuk ah!

Comment

Comment

Video Brotrip Hiking ke Prau & Dieng

Beberapa minggu lalu, bro bro dari #brotrip ini melakukan trip yang cukup ngehe. Hiking ke Prau sambil puasa. haha.. meskipun kayanya mereka pada batal puasanya, :p sayang banget nih gue gak bisa ikut, karena ternyata di hari pacar saya pulang ke jakarta, hehe jadi pacaran aja.. Penasaran mau lihat? Silahkan tonton video yang dibuat sama @justmaul ini. enjoy!


Comment

Pendakian Rinjani

Comment

Pendakian Rinjani

Matahari masih menunjukkan sinarnya, tapi cahayanya kian memudar karena dalam hitungan menit akan berganti malam. Kami baru saja sampai di pos 2, jalur Senaru. Tidak ada rencana untuk bermalam di gunung hari ini, karena memang sudah dijadwalkan demikian. Kami berhenti sejenak untuk mengambil nafas dan menyiapkan headlamp. Sebelum melanjutkan kembali perjalanan, menuju gerbang senaru.

Sudah 3 malam kami naik gunung ini. Rinjani, nama yang indah bukan? Ya, seindah pemandangan yang disajikan selama saya dan kawan kawan melakukan pendakian ini. Tidak ada habisnya saya dipukau oleh keindahan Rinjani. Ini adalah perjalanan terbaik saya di tahun ini. Bahkan sebelum pendakian dimulai.

Hari Pertama, kita disuguhi padang savana yang sangat indah. Melalui jalur Sembalun, pemandangan di awal pendakian memang didominasi oleh padang savana. Belum pernah saya melihat Savana seindah ini. Karena kita baru berangkat jam 1 siang, kita akhirnya tidak bisa mencapai Pos 3 seperti rencana awal. Kita menginap di Pos 2, karena hari sudah gelap. Saat itu jam 7 kita sampai di Pos 2, sementara perjalanan ke Pos 3 masih 3 jam lagi.

Apesnya, tenda kita masih di bawah. Ternyata kita tidak kebagian porter, karena penuhnya pendakian hari itu. Dapat kabar kalau porter baru bisa berangkat besok subuh, menyusul kita. Jadilah malam ini kita tidur di pos, tanpa tenda. The good things are, it didn't rain and we can see so many stars while we sleep. Honestly, gue gak pernah lihat kumpulan bintang sebagus dan sebanyak ini. Gila sih, gak ngerti lagi ini keindahan langit di belahan tengah bumi Indonesia.

Hari ke-2. Nggak sabar melihat sunrise pertama di jalur pendakian Rinjani. WOW. Ternyata tempat kita menginap, pos 2 ini merupakan padang savana yang sangat indah. surprised!  Panca Indera plus kamera terpuaskan di sini, hehe.

Setelah selesai foto-foto sunrise, dapat kabar gembira kalau porter kita sudah hampir sampai di pos 2. Gilak cepet aja! haha.. sambil sarapan ringan, kita packing lagi dan melanjutkan perjalanan. Kali ini menuju Pelawangan Sembalun, camp site terakhir sebelum Puncak Rinjani.

Perjalanan sehari penuh ini kita lakukan dengan melalui sembilan bukit penyesalan. Disebut begitu karena memang banyak sekali bukit yang mesti dilalui, sampai kita berada di ambang penyesalan sudah naik, haha. Pendakian hari itu diikuti kabut yang terus menemani sepanjang perjalanan. Tipe jalur pun mulai berubah, dari Savana, perbukitan, sampai bukit yang cukup berpasir. Sesungguhnya, perjalanan mulai terasa berat tapi saya menikmatinya. No kidding.

see full picture in here

Comment

Comment

Roadtrip Roemah Pulomanuk

Awalnya saya memutuskan untuk tidak ikut trip ini. Trip yang beranggotakan Budi, Popon, Erpe, Ochi, Goro, Acionk, Ayu, Maul. Karena tanggalnya berbarengan dengan kepulangan Dhika ke Jakarta. Walaupun akhirnya Dhika pulang seminggu lebih dulu dari tanggal trip ini, karena sudah terlanjur memberikan tempat untuk yang lain, jadi saya tetap nggak ikut juga. Lagipula expense saya lagi berantakan banget bulan itu.

Hari itu hari Jumat, malam pula, jam jam random, karena keputusan-keputusan random-impulsif biasa terjadi di malam sabtu hehe. Dan benar saja, kebetulan hari itu hari dimana mereka akan berangkat. Ketika saya hubungi mereka untuk menanyakan keberadaannya, sekedar untuk bertemu karena saya pikir mereka akan berangkat tengah malam, jadi mungkin bisa ketemuan dulu.. Eh, mereka malah kasitau kalau harga sewa Roemah Pulomanuk yang mau disewa, mendapat potongan 50% karena kita akan share rumah dengan pemiliknya. Dan mereka bilang juga, kalau maksimal bisa sampai 9 orang. (Sebelumnya dikasih tahu kalau maksimal hanya bisa 8 orang). Lalu saya mulai tertarik untuk ikut, hehe. Akhirnya saya putuskan ikut saja. Toh di Jakarta saya juga tidak ada rencana.

Malam itu kita berangkat dengan 2 mobil, mobil Ayu dan mobil Acionk. Saya ikut mobil Ayu. Setelah mampir ke rumah untuk ambil baju ganti, akhirnya kita berangkat malam itu lewat jalur Sukabumi-Pelabuhan Ratu-Cimaja-Sawarna-Pulomanuk. Saya, Budi dan Erpe sudah dua kali ke Cimaja, jadi lumayan hafal jalur ini. Berangkat Jumat malam memang waktu yang paling pas untuk ke arah sana. Paling macet hanya di sekitar Pabrik Aqua, Pocari Sweat, selanjutnya biasanya lancar jaya. Tapi malam itu, salah satu jembatan di kawasan tersebut sedang rusak, mengakibatkan waktu tempuh yang lebih lama dari biasanya. Untung nggak nyetir hehe.

Berangkat jam 12-an, kita baru sampai di Pelabuhan Ratu jam 05.00. lumayan meleset dari biasanya. Dulu, kita bisa sampai jam 3 jika berangkat jam segitu. Karena perjalanan masih jauh, akhirnya kita lanjut lagi ke arah Sawarna, berharap masih dapat sunrise di bukit setelah Cimaja. Dan sesuai perkiraan, kita masih dapat sunrise di sini. Sunrise yang cukup indah, karena ada cincin matahari di sana. Sesuatu yang jarang terjadi, kalau kata Acionk.

Lalu, kita meneruskan perjalanan ke Pantai Sawarna, sekitar satu jam perjalanan kita sampai di sana. Karena Roemah Pulomanuk tinggal 8 kilometer dari sini, maka kita berhenti dulu dan bermain-main di pantai ini, sambil sarapan indomie goreng dan minum kelapa muda. Ah, what a Saturday Morning.

Setelah dua jam di sini, akhirnya kita meneruskan perjalanan ke Pulomanuk. Dan tidak sampai 20-30 menit kita sampai di Roemah Pulomanuk. Tempatnya bagus, cukup eye candy, dan memang menarik sekali rumah ini. Rumah Joglo pada dasarnya, tapi furniture di dalamnya sudah agak dikombinasi dengan furniture-furniture IKEA, dan gaya-gaya mid-century.

Selanjutnya seperti yang sudah ditebak, weekend kita habiskan dengan leyeh-leyeh, main ke pantai di belakang rumah, nonton film pakai infocus, makan, ketawa-gosip-curhat, dan foto-fotolah! (apalagi haha)

Oiya, untuk yang tertarik menginap di Roemah Pulomanuk bisa menghubungi ke:

email: roemahpulomanuk@gmail.com

telf: 087888866680

Comment

Upcoming Trip: Bunaken & Rinjani

Comment

Upcoming Trip: Bunaken & Rinjani

Diving at P. Seribu

Bulan May sepertinya akan penuh dengan rencana jalan-jalan. Bulan ini sepertinya saya ambil jatah cuti tahunan saya cukup banyak, 6 hari, untuk dua trip ini.

Bunaken. Saya berencana untuk diving di sana minggu depan, mudah-mudahan cuaca sedang bagus yah. Tadinya mau ke Lembeh, tapi saya belum tertarik dengan muck dive. Dan skill diving yang masih beginner ini takutnya malah bikin rusak criter-criter di sana lagi.. nanti dulu deh yah..

Rinjani. Saya nggak bisa menahan diri untuk gak ikut trip ini. Beberapa kawan kantor berencana untuk ke Rinjani akhir Mei ini. Mengingat saya memang ingin sekali ke sana, niat untuk menabung lebih banyak saya tunda lagi yah. Maafin jon!

Comment

1 Comment

XM Hike to Papandayan (part II)

Saya masih ingat reaksi banyak orang ketika menonton The Secret Life of Walter Mitty, semua langsung kebelet ingin ke Iceland. Tiba-tiba demam Iceland. Huft. Memang tidak dipungkiri waktu melihat landscape Iceland yang ditunjukkan itu memang luar biasa bagusnya. Tapi, kalau sampai menganggap kalau kita harus ke Iceland untuk mendapatkan sensasi melihat pemandangan seperti itu, kalian salah. Saya belum pernah ke Iceland, dan mungkin komentar saya tidak valid. Tapi menurut saya, pemandangan yang disuguhkan gunung Papandayan selama pendakian sungguh menakjubkan. Saya belum pernah lihat yang seperti ini. Saya menikmatinya.

Landscape yang disuguhkannya beragam, pertama kita akan diajak mendaki melewati kawasan belerang dengan dikelilingi bukit berbatu berwarna putih. Meski panas menyengat tapi pemandangan selama jalur ini indah sekali. 

Lalu kita akan dibawa menanjak melalui jalur menyusuri pegunungan. Nah di sini view yang ditawarkan gak kalah menarik. Kita bisa lihat pemandangan sedikit kota garut dari atas, melewati beberapa aliran mata air, sampai akhirnya sampai di check point ke-2. Di sini kita istirahaaatt! Ketawa-ketawa gak jelas sambil bertanya penuh harap, “Ini Puncak nih??” Dasar Pemula hahaha.

Dari pos ke-2 ini, sisa perjalanan ke atas itu cuma cerita tentang nafas yang mulai berat, banyak istirahat sambil sesekali mengintip pemandangan di sebelah yang bisa bikin hati adem sambil berharap nggak roboh di tengah jalan sebelum sampai tujuan.

Dan alhamdulillah sampe sodara-sodara! *langsung turunin ransel*

Di atas ada apa aja? Pertama jelas camping site. Kali ini beneran camping bukan glamping. Lalu nggak jauh dari situ ada Hutan Mati. Di sini pemandangan ke bawahnya juga bagus, meski agak creepy sih karena sepi (rame mah ke pasar).

Dan ini nih: Padang Edelweiss.. Dari dulu saya selalu penasaran dengan bunga ini, pernah lihat sih dari kakak sepupu saya yang suka naik gunung waktu masih kecil. Tapi belum pernah liat langsung di habitatnya. Ternyata kaya gini toh! Bagus!

Oh wait satu lagi.. ini yang paling pecah menurut saya! Sunrise di Papandayan! sepanjang hidup dan jalan-jalan saya, ini salah satu sunrise terbaik yang pernah saya nikmati. Matahari muncul perlahan diantara Gunung Cikurai dan Gunung Guntur. Gumpalan awan yang berjalan perlahan mulai memberikan jalan kepada sang surya. Pecah Jon!

Demikian cerita perjalanan kali ini. Maunya sih ini bukan jadi cerita naik gunung terakhir bareng anak-anak #XMHike, karena post event-nya masih berasa banget dan anak-anak juga mulai merencanakan trip hiking berikutnya. We'll see lah yah.. Sampai jumpa kawan!

1 Comment

Comment

XM Hike to Papandayan (1)

Ini kali pertama saya naik gunung. Sebelumnya pernah sih ke Anak Krakatau dan Gunung Geulis di Jatinangor, tapi sepertinya itu bukan tergolong gunung. Jujur sih, saya selalu ragu untuk naik gunung beneran, karena melihat postur yang kurus dan selalu meragukan ketahanan fisik ketika mendaki. Ditambah, saya nggak pernah punya pengetahuan dasar mengenai pendakian gunung. Tapi akhirnya saya memberanikan diri setelah teman-teman kantor membuat rencana untuk Naik Gunung Untuk Pemula. Hal pertama yang dilakukan adalah, mencari orang yang telah punya pengalaman naik gunung sebelumnya dan bisa menjadi ‘guide’ atau mentor selama pendakian. Kebetulan XM Gravity punya satu ekskul (nggak resmi) bernama #XMHike. #XMHike adalah event trip pendakian yang dilakukan oleh anak-anak XM Gravity. Kalau nggak salah sudah pernah dilakukan selama dua kali. Ketuanya adalah om Lino, former XM troopers yang kini sudah ‘lulus’ dari XM Gravity. Untungnya om Lino mau menemani kita-kita yang nubie ini. Ditambah lagi, salah satu graphic designer baru XM Lab, Dhika juga ternyata hobi naik gunung, dan dia juyga tertarik untuk join.  Setelah ngobrol mencari-cari gunung mana yang cocok untuk pemula, diputuskan bahwa kita akan mendaki gunung Papandayan, karena menurut om Lino, gunung Papandayan jalurnya tidak terlalu sulit dan lama perjalanan juga termasuk cepat. Kita yang nggak ngerti ini memutuskan untuk ikut saja! 

Persiapan Pendakian.

When our graphic designer meet his other interest, Hiking. This is what happened.

TO-PAPANDAYAN

Dhika, salah satu graphic designer di kantor membuat infografik persiapan pendakian ini. Nggak hanya keren! Tapi helpful banget! Saya jadi tahu apa yang harus dipersiapkan. Thanks mate!

Pendakian

Datanglah hari yang ditunggu-tunggu. Setelah semua siap dengan ransel masing-masing, berangkatlah kita menuju Garut. Dengan naik bus Primajasa dari Lebak Bulus, sampai ke terminal Garut membutuhkan waktu 4,5 jam perjalanan. Alhamdulillah lancar perjalanan. Sampai di terminal, kita istirahat di satu musholla dekat terminal, dan cari warung makan, karena kita belum sempat makan ketika berangkat. Rencananya, jam 5 sehabis solat subuh kita siap-siap untuk berangkat ke kaki gunung.

Jam 5 kita berkumpul di dekat terminal, sambil sarapan bubur di salah satu warung. Beberapa teman ada yang membeli bekal makan untuk siang hari. Matahari mulai muncul dan akhirnya kita mendapatkan angkot yang bisa disewa untuk berangkat ke kaki gunung. Ternyata angkot ini muat 16+1 sopir jon! “Mulai seru nih!”, pikir saya.

Sampai di desa terakhir, kita harus mengganti angkot dengan mobil bak karena lokasi pos pendakian harus melewati jalan yang rusak dan hanya bisa dilewati oleh mobil dengan ban khusus. Di sini juga makin seru lagi, lobang segede-gede gaban bisa dilewatin sama supir pick upnya. Nyerah gue sama kemampuan menyetirnya.

Sampailah di kaki gunung, dan perasaan excited pun semakin menjadi-jadi. Pemandangan dari bawah bagus banget. Cuaca juga lagi cerah-cerahnya. Setelah melapor ke pos dan briefing dan doa sebentar, akhirnya berangkatlah kita! “Lets do this!” I said. (to part 2)

Pose

di kaki gunung(courtesy of Ibun)

 

 

Comment

1 Comment

G.L.A.M.P.I.N.G

Gunung Pancar 1-2 Mar 2014
via Flickr http://ift.tt/1eVIZzG
 
 
[Updated] 
this is our little documentation from our glamping. enjoy!
 
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=VRdv55zAXjQ&w=560&h=315]

 

1 Comment